Sabtu, 20 Januari 2018

Music Technology Lifestyle

4 Musisi Pendatang Baru Dari Asia Tenggara Berkesempatan Berlatih Bersama David Foster

Penulis :
Kamis, 28/12/2017 10.58.25 | Dibaca: 134




4 Musisi Pendatang Baru Dari Asia Tenggara Berkesempatan Berlatih Bersama David Foster

grammy.com


Compusiciannews.com -Isu Terkini-  Empat musisi pendatang baru dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, mendapat kesempatan khusus untuk berlatih bersama musisi sekaligus produser senior David Foster.

Para musisi itu terpilih setelah melalui proses seleksi di antara 20 peserta selama sembilan minggu untuk program Dreams Come True with Air Asia.

Keempat musisi itu, Abirama (Indonesia), KUIZZZ (Malaysia), Miss Lou (Singapura) dan IV of Spades (Filipina) mendapat sesi khusus bersama Foster pada 12-13 Desember di Singapura. 

“Sesi tadi sangat baik, ini merupakan empat orang beruntung. Saya sendiri menyukai tantangan, terutama tantangan dalam mengajar karena saya cukup baik di bidang itu. Empat seniman ini juga menginspirasi saya, mereka punya cerita yang berbeda-beda,” tutur Foster kepada sejumlah awak media usai melakukan sesi pelatihan di Marina Bay Sands, Singapura, Rabu (13/12).

Menurutnya, meski sesi dengan masing-masing peserta hanya berlangsung selama beberapa jam, ia bisa mengetahui banyak tentang latar belakang mereka. Hal itu pula yang kini membuat Foster mempertimbangkan satu peserta beruntung untuk tampil bersama di konser turnya tahun depan.

“Saya sudah memilih satu orang dalam benak saya, tentu saya tidak akan memberi tahu kalian, tapi yang jelas butuh waktu untuk berpikir lagi. Saya mendapat banyak cerita tentang musik mereka, keluarganya, juga musik yang mempengaruhinya,” ujarnya.

Foster menambahkan, “(Yang saya cari) seniman yang luar biasa, tak perlu rahasia, sepanjang karier saya bisa dilihat Whitney Houston, Michael Buble, Josh Groban. Saya pikir seniman luar biasa yang saya cari untuk bekerja sama.”

Lebih lanjut, pria yang dijuluki The Hitman ini berbagi bahwa seorang musisi butuh ambisi dan bakat yang jalan beriringan. Tanpa salah satu dari itu tentu tidak akan ada kesempatan atau peluang.

“Kalian semua tentu punya keinginan yang melebihi dari posisi kalian saat ini, tapi untuk mencapainya perlu dua hal itu, ambisi dan kemampuan. Di luar sana sangat banyak musisi bagus, tapi mereka tidak akan punya kesempatan jika tidak memilih salah satu,” tuturnya.

Di waktu lain, Abirama, musisi pendatang baru Indonesia berbagi pengalamannya mendapat sesi khusus dari sosok yang ia sebut legendaris. Baginya, ia mendapatkan banyak masukan dari Foster termasuk untuk tetap berada di jalur musik.

“Dia menyarankan untuk nyaman dengan musik sendiri saja. ‘Bakat Anda bagus, fokus saja di musik, mau tiba-tiba jadi produser atau penyanyi, dikejar saja, tetap di musik,’” tuturnya.

Selain itu, menurut penyanyi yang sejak kecil telah menekuni bidang musik itu, Foster turut membantu untuk mengoreksi beberapa hal dari karyanya.

“Dia ramah tapi juga blak-blakan, kalau ada [musik] yang kurang enak. Lalu juga suka menyarankan ‘Begini saja’, ‘Aransemennya begini.’ Paling enggak dia jujur. Senang dapat positifnya, bisa dibantu, ada yang dibetulkan dari karya saya,” katanya.

Abirama sendiri mengaku sejak kecil telah mengikuti les piano, ikut bermain drum dengan sang ayah, dan berlatih gitar. Kala menginjak usia remaja, ia mulai serius bermusik dengan memainkan genre metal hingga duduk di bangku kuliah.

“Selama itu lebih banyak bantu teman, enggak pernah jadi performer utama. Lalu pindah kuliah di Belanda, main metal enggak laku, akhirnya nge-DJ. DJ-nya lebih ke producing dan ketemu semacam Yellowclaw, orang-orang dibalik Hardwell,” ujarnya.

Setelah itu, Abirama memutuskan musik sebagai sumber penghasilannya dan menjadi musisi profesional. Namun di awal langkah itu, ia mengaku belum menggunakan namanya sendiri.

“Jual lagu tapi enggak pernah pakai nama saya, enggak pernah pakai nama Abirama. Seiring perjalanan itu bikin lagu sendiri, buat curhat atau apa, terus dikumpulkan ada lima, dijadikan demo,” tambahnya.

Sang ayah yang juga gemar bermusik pun mendorong Abirama untuk semakin serius menekuni bakatnya di bidang musik. Tak tanggung-tanggung, ayahnya jugalah yang mengirimkan demo lagu Abirama ke label-label rekaman sampai mendapat tawaran.

“Pas balik ke Indonesia, dihubungi label. Awalnya titip edar, setelah deal keluar lagu Terasa Nyaman. Setahun kemudian ditawarkan untuk kontrak penuh, akhirnya jadi,” katanya.

Usai mengeluarkan debut lagu tersebut, Abirama mengatakan telah berencana mengumpulkan lagu-lagu ciptaannya yang lain untuk dijadikan album yang ditargetkan rilis akhir 2018.

Nantinya, salah satu dari peserta sesi khusus itu akan berkesempatan dalam tur konser musisi kelahiran Kanada ini

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda