Senin, 26 Juni 2017

Music Technology Lifestyle

Digital Killing Analog

Penulis :
Rabu, 27/07/2016 9:00:00 | Dibaca: 9583




Digital Killing Analog

yutaka


Compusiciannews.com -DAW- Dalam mempelajari Audio Production seakan selalu terbayang untuk mengganti perangkat analog yang biasa digunakan pada FOH (Front of House) menjadi perangkat digital yang lengkap atau Full Digital dengan hanya menggunakan komputer dan audio interface saja dan tentunya ada perangkat DAW (Digital Audio Workstation) beserta plugin-nya. Sudah pasti akan lebih leluasa dalam memainkan FX dan pastinya akan lebih efisien dan dapat direkam tentunya.

Kali ini Compusiciannews akan memberikan tips-tips untuk membuat sebuah perangkat digital yang lengkap, efisien dan dapat direkam dengan mudah serta menghasilkan suara yang bagus pula. berikut ini perlengkapan yang dibutuhkan; 

1. Komputer

Disarankan komputer ang digunakan adalah komputer yang memiliki spek yang tinggi. Jika tidak akan beresiko menghampat kelancaran proses dan beresiko menghambat kelancaran acara. Dengan menggunakan Intel Core i7 3.6 Ghz, 16 GB RAM dirasa sudah cukup 

2. Audio Interface 

Direkomendasikan salah satunya menggunakan M-Audio Profire 2626. Soundcard ini memiliki 8 input dan 8 output, koneksi menggunakan Fire Wire dan terdapat Optical Port untuk ADAT.

3. DAW (Digital Audio Workstation)

Seperti yang kita tahu ada banyak macam DAW. Tergantung kebiasaan menggunakan DAW yang mana. Sebagai contoh, bisa menggunakan DAW yang paling super ringan. Karena mengantisipasi deadlock pada komputer (meski tidak). Salah satunya bisa menggunakan Cockos Reaper 4.5. karena dirasa  paling ringan. Meskipun nantinya pada saat mixing bisa menggunakan  Pro Tools HD 10.

4. PLUG-IN

Plugin sesuai kebutuhan. Pilih plugin yang tidak menyebabkan Latency pada suara.

Bisa menggunakan:

 

1. Addictive Drum 2 (XLN Audio)

 

 Untuk menghasilkan suara drum (Jika menggunakan elektrik drum)

 

2. Overloud TH 2

 

 

     Plug in ini untuk virtual amp & Effect Guitar. Jadi pemain gitar tidak perlu membawa Ampli & Effect saat perform.

 

3. Ampeg SVX (IK Multimedia)

 

 

 Ini untuk virtual amp pada bass. Jadi pemain bass tidak perlu membawa Ampli Bass.

 

4. CLA 2A, CLA 3A & CLA 76 (Waves Audio)

 

 Untuk meng compress sinyal audio (jika diperlukan)

  

5. Fabfilter Pro-Q

 

 Untuk Equalizer

 

6. MAGNETIC (Nomad Factory)

 

Sebenarnya bukan Cuma MAGNETIC yang bisa digunakan. Banyak, seperti KRAMER TAPE milik Waves Audio, J37 milik Waves Audio, dll. MAGNETIC dipilih karena dirasa sangat cocok untuk Sound Live.

 

7. Dan masih banyak lagi, tergantung kebutuhan audio.

 

OK, MULAI...

Untuk pelaksanaan sebenarnya sama halnya dengan kita mengatur peralatan studio rekaman pada umumnya. Yaitu menghubungkan Audio interface pada komputer melalui USB ataupun Fire wire, membuka DAW, menyiapkan tracks sesuai dengan berapa instrument yang akan dipakai diatas panggung, hanya perbedaannya terletak pada output soundcard. Jika di studio output soundcard terhubung atau dikeluarkan pada speaker monitor studio, nah disini output soundcard dihubungkan pada “speaker out”.

Untuk monitor panggung, Anda dapat membuat tambahan track baru sesuai dengan jumlah speaker monitor panggung yang ada. Misalkan ada tiga speaker monitor panggung, berarti Anda harus menambahkan tiga track tambahan. Track tambahan 1 saya set output nya menjadi “out 3-4” untuk speaker 1, track tambahan 2 saya set “out 5-6” untuk speaker 2, track tambahan 3 saya set “out 7-8” untuk speaker 3. Kemudian dari masing-masing track instrument yang asli bisa dikirimkan ke track tambahan 1, 2, 3. Jadi kita bisa menaik-turunkan volume per instrument tanpa harus merubah balanced sound di speaker out yang sudah tertata . Barulah kita mulai check sound.

Biasanya sebelum check sound, anda dapat melaikukan pengukuran input gain pada masing-masing instrument. Sesuai dengan perhitungan konversi analog – digital. Input gain bisa diatur mulai dari -20 dbfs atau setara dengan 0 db VU. Setelah itu baru melakukan check sound (Semua plugin disebutkan diatas telah ter-tata di masing-masing track yang membutuhkan). 

Mengenai feedback, Anda bisa gunakan Feedback Destroyer yang biasa disediakan oleh operator Sound System. ”Trus kalau Sound Systemnya tidak menyediakan gimana???” untuk mengatasinya tetap menggunakan plugin!! Plugin ini memang perannya untuk menggantikan Hardware Feedback destroyer. 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda

  • Terbaru
  • Terpopuler