Jumat, 20 Oktober 2017

Music Technology Lifestyle

Konser Ariana Grande "Dangerous Woman" Berakhir dengan Serangan Bom Bunuh Diri, 19 Orang Meninggal

Penulis :
Selasa, 23/05/2017 11:42:20 | Dibaca: 221




Konser Ariana Grande "Dangerous Woman"  Berakhir dengan Serangan Bom Bunuh Diri, 19 Orang Meninggal

Situasi di lokasi Manchester Arena setelah serangan bom bunuh diri NY Daily News


Compusiciannews.com -Isu Terkini- Konser musik adalah sebuah perhelatan yang sangat ramai dan menjadi momen yang paling ditunggu oleh para fans musik. Namun bagaimana jika sebuah momen konser musik dirusak dengan ledakan bom?

Momen mengenaskan ini terjadi di konser Ariana Grande dalam rangkaian tour konsernya yang bertajuk  “Dangerous Woman” di Manchester, Inggris  pada hari Senin malam (22/05) dimana bom meledak di akhir konser dan setidaknya 19 orang meninggal dan 50 lainnya luka-luka. Perdana Menteri Inggris Theresa May menyebutnya sebagai ‘serangan yang mengerikan.’

Kepolisian Manchester berkata bahwa insiden ini dilakukan oleh kelompok teroris dan ledakan terjadi di luar arena konser, yang lokasinya dekat dengan stasiun transit Manchester Victoria dan konser berakhir pada jam 10:35 malam waktu setempat atau sekitar jam 05.00 WIB,  Selasa pagi (23/05).

Ian Hopkins, kepala kepolisian Greater Manchester berkata para tim investigasi telah berkoordinasi dengan Badan Intelegensi Inggris.

“Ini adalah waktu keprihatinan bagi setiap orang,” begitu pernyataan singkatnya dalam berita pagi ini di media Inggris.

Penegak hukum di Amerika Serikat juga telah menerima kabar ini oleh kepolisian Inggris dan mereka berkata bahwa hasil penelitian forensic yang dilakukan, inisiden ini jelas merupakan serangan bunuh diri. Kedua penegak hukum dari masing-masing negara percaya mereka telah secara tentative mengidentifikasi pelaku bom.

Sang penyanyi sendiri, Ariana Grande dalam kondisi baik-baik saja karena insiden bom ini terjadi saat pelantun Break Free itu menyelesaikan lagu penutupnya.

Grande yang diwakilkan oleh sang manager, Scooter Braun berkata “Kami sungguh bersimpati dan berduka atas insiden ini, terutama para keluarga korban”

Manchester Arena yang menjadi lokasi konser ini sudah dibuka sejak tahun 1995 dan merupakan salah satu arena indoor terbesar di Eropa dan setiap tahunnya sekitar lebih dari 1 juta orang memadati arena yang berisi 21,000  dan karena insiden ini, pihak Arena memberikan jasa kasur gratis serta taksi gratis bagi para korban.

Serangan teroris di konser musik di Eropa juga sebelumnya terjadi di Paris, Perancis pada 13 November 2015 lalu dinmana saat itu konser Eagles of Death Metal, band musik bergenre metal akan berlangsung di  Bataclan dan tiba-tiba sekelompok orang bersenjata masuk dan melakukan penambakan masal. Sekitar 130 orang meninggal dan ratusan mengalami luka-luka. ISIL/ISIS mengaku menjadi dalang dalam insiden mengenaskan ini.

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda