Rabu, 22 November 2017

Music Technology Lifestyle

Manado Jadi Tuan Rumah Festival Film Indonesia 2017

Penulis :
Kamis, 31/08/2017 12:00:00 | Dibaca: 131




Manado Jadi Tuan Rumah Festival Film Indonesia 2017

hello-pet.com


Compusiciannews.com - Komunitas - Pada 11 November 2017, malam puncak penghagaan Festival Film Indonesia (FFI) akan diselenggarakan di Manado, Sulawesi Utara. FFI merupakan sebuah media penghargaan tertinggi bagi dunia perfilman di Indonesia, di mana pemenang-pemenang yang dilahirkan dari ajang ini mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari masyarakat.

Jika ditilik dari sejarahnya, FFI merupakan ajang penghargaan yang sudah sangat tua, dibandingkan ajang-ajang penghargaan perfilman lain. FFI diselenggarakan pertama kali pada tahun 1955 menggunakan nama Pekan Apresiasi Film Nasional, dan dilanjutkan pada tahun 1960, dan 1967. Baru setelah tahun 1973, acara apresiasi film ini diselenggarakan secara regular atau teratur.

Hal tersebut merupakan keputusan yang besar, mengingat sebelumnya FFI jarang sekali dilakukan di luar Pulau Jawa. Pengumaman terkait lokasi penyelenggaraan FFI diberikan oleh ketua FFI 2017, Leni Lolang. Hal tersebut disampaikan Leni dalam acara peluncuran FFI.

"FFI 2017 akan diselenggarakan pada 11 November 2017 di Manado," tegas Leni.

Terkait keputusan besar ini, Leni mengaku hal tersebut berkaitan dengan upaya mengapresiasi daerah-daerah lain, di luar Jawa. Seperti diketahui, FFI hampir selalu diadakan di pulau Jawa, terutama Jakarta. Ia melanjutkan, ia tidak ingin FFI terkesan berat sebelah, atau hanya berpusat di Pulau Jawa saja.

Keputusannya ini juga muncul karena dukungan pemerintah Manado yang besar terhadap FFI. Manado yang belum pernah menjadi tuan rumah FFI ternyata berkeinginan kotanya menjadi lokasi penyelenggaraan malam puncak FFI.

 “Manado belum pernah ada FFI, dan ternyata pemerintah Manado juga berkeinginan," ungkapnya Leni.

Meski mendapat dukungan dari pemerintah Manado, ia mengaku kendala terhadap penyelenggaraan acara masih ada. Ia mengakui, dirinya kesulitan untuk dapat memastikan kehadiran para sineas, terutama calon-calon jawara FFI 2017. Sebab, mayoritas nomine memang berkukim di Jakarta, dan pada tahun-tahun sebelumnya, penghargaan Piala Citra tersebut juga digelar di ibu kota Indonesia itu.

"Terus terang tidak gampang karena stakeholder perfilman sebagian besar di Jakarta. Tapi kami akan berusaha memobilisasi para nomine ke Manado. Karena alangkah baiknya trofi diterima langsung oleh pemenang bukan perwakilan," ujar Leni.

Pada tahun ini, terdapat 22 kategori penghargaan yang akan diberikan FFI 2017. Empat di antaranya diberikan kepada film pendek, animasi, dan dokumenter. Sementara, 18 lain seluruhnya diberikan kepada film panjang. Selain itu, terdapat pula penghargaan khusus yang berbentuk lifetime achievement dan in memoriam.

Proses penjuruan dilakukan oleh juri panel yang dikoordinatori oleh Riri RIza. Lebih lanjut Leni mengatakan, ia berharap hasil dari proses penjurian ini dapat merefleksikan kerja keras insan sineas yang ada di Indonesia, pada masing-masing kategori yang ada.

Terkait dengan kriteria penilaian, RIri Riza mengatakan, juri telah memilih tiga kriteria untuk menentukan berkualitas atau tidaknya sebuah film. Mereka antara lain: ide dan tema; kualitas teknik dan keindahan; profesionalisme.

Terdapat 75 juri yang terlibat dalam proses penilaian. Mereka berasal dari asosiasi profesi, organisasi-organisasi local, komunitas-komunitas film, dan kemudian dilakukan proses voting, atau pemilihan suara terbanyak.

Riri mengatakan, dirinya berharap proses penjurian dapat berlangsung lebih objektif, dan keputusannya dapat diterima oleh berbagai pihak.

 “Harapannya, , semoga penjurian dapat lebih objektif, partisipatif, dan dapat menghasilkan pemenang-pemenang yang dapat diterima kemenangannya oleh seluruh elemen,” pungkas Riri.

 

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda