Rabu, 22 November 2017

Music Technology Lifestyle

Mengenal Jenis Sound Dalam Film Dan Iklan

Penulis :
Sabtu, 19/07/2014 8:00:00 | Dibaca: 17001




Mengenal Jenis Sound Dalam Film Dan Iklan

Insight


CompusicianNews.com Pembelajaran- Dewasa ini produk multimedia sudah sangat menjamur. Mulai dari presentasi sampai iklan merupakan hasil produksi multimedia. Multimedia yang bermakna banyak media mempunyai elemen elemen meliputi video,audio,teks,animasi dan gambar. Acara awam ciri multimedia terlihat dari adanya audio dalam produk tersebut. Tidak terkecuali dalam film dan sinetron. Audio atau suara memberi peranan penting. Ada dua jenis dasar suara untuk/di dalam film yaitu story telling dan story supporting. Story telling adalah yang terpenting dalam sebuah film. Yang termasuk dalam story telling adalah dialog, monolog, voice over atau narasi. Sedangkan story supporting terdiri dari sound effect untuk menaikkan tensi dari film dan membuat penonton merasakan. selain itu music ilustrasi juga berperan di dalam nya.

 

            Speech : dialog, monolog, over voice

            Music : recorded music, re-recorded music, live music, background music

            sound effects: foley sound effect, ambience (background), design sound effects.

 

Speech, dewasa ini sangat penting untuk memahami cerita sebuah film. Sehingga percakapan mudah dimengerti dan realistis dialog sangat diperlukan. Beberapa cara pengambilan dialog adalah on set dialog, dimana suara direkam selama pengambilan gambar. wild lines dialogue adalah dialog yang diambil setelah pengambilan gambar di tempat yang sma dan hari yang sama, atmosfer yang sama. synchronised dialogues dilakukan pada postproduction untuk kebutuhan tertentu. Mengingat pentingnya speech dalam film maka pengucapan, intonasi yang tepat sangat penting selain itu yang tidak kalah penting adalah pengambilan suara/rekaman dialog itu sendiri agar memberikan hasil suara yang jelas dan bersih. Karena hanya dari dialog saja emosi pemain bisa terlihat seperti sedih, marah, senang.

Music, pada awalnya musik dalam film dipakai untuk mengurangi bisingnya suara proyektor film dan memberikan atmosfer. Musik yang dipakai bisa secara khusus di buat untuk sebuah film bisa juga mengambil dari musik yang sudah populer untuk dimasukkan ke dalam film. Untuk musik yang khusus dibuat untuk film biasa disebut scoring. Problem yang biasa muncul adalah membuat musik yang pas tepat dengan gambar yang ada. Kadang hal ini tidak mudah dilakukan sehingga trick trick audio harus dilakukan tanpa menghilangkan harmonisasi musik yang dibuat.

Foley effects, foley sound biasa direkam di sebuah studio yang disebut foley stage. Seorang foley artist melihat film untuk melakukan sinkronisasi sambil merekam suara suara yang dibutuhkan. Contohnya dalam membuat suara langkah kaki. Foley sound effect adalah efek suara yang paling responsible dan realistis untuk memberikan tekanan di dalam film. Ditemukan awalnya oleh Jacke Foley di awal sejarah film bersuara yang bekerja di Universal Studio. Awalnya film kaya akan dialog dan musik tapi tidak terdapat noise dari gerakan gerakan yang terjadi.

Ambience, adalah merekam suara latar dari set lokasi yang digunakan untuk pengambilan gambar. Memberikan kesan ruang. Biasanya dibuat dalam bentuk suara yang terus menerus. Misalnya ketika set pengambilan gambar di sebuah stadion olahraga yang sepi berbeda dengan pengambilan set gambar dilokasi pada saat ada pertandingan sepak bola. Selain visual yang menyatakan sebuah stadion sedang menyelenggarakan pertandingan sepak bola suara ambience riuh penonton bersorak, suara komentator bola teriakan goal juga direkam untuk memberikan kesan ruang. Berbeda ketika set pengambilan gambar di sebuah mall, jalan raya, hutan, dan lain lain yang semua dilakukan dengan tujuan memperjelas visual.

Design sound effect, adalah efek suara yang tidak alami dan harus dibuat. Misalnya suara robot dalam film Transformer dihasilkan dari suara gitar elektrik dimainkan dengan obeng, suara robot tipis dihasilkan dari dua magnetic ball yang dilempar ke udara kemudian menghasilkan bunyi. Atau di film action ketika leher manusia dipatahkan didapatkan auara dari suara kol yang di remas. Suara api dalam film bambi dihasilkan dari lidi yang disatukan kemudian digesekkan.

 

Teks oleh: Pandan P. Purwacandra, M.Kom

Dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta & STMIK AMIKOM Yo

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda