Rabu, 22 November 2017

Music Technology Lifestyle

Rayakan Kemerdekaan, Komunitas Kembang Gula Gelar Nonton Layar Tancap

Penulis :
Rabu, 16/08/2017 9:00:00 | Dibaca: 241




Rayakan Kemerdekaan, Komunitas Kembang Gula Gelar Nonton Layar Tancap

Komunitas Kembang Gula Solo Gelar Festival Film Merdeka Foto Oleh : Yesaya Whisnu Wardhana


Compusiciannews.com -Komunitas- Jika kita menengok kebelakang, khususnya bagi para generasi 90an, selain identik dengan perlombaan seru, perayaan Kemerdekaan RI juga selalu identik dengan acara Layar Tancap yang biasanya dilakukan di beberapa kampung dan disitulah momen dimana masyarakat kampung berkumpul bersama untuk menonton sebuah film.

Dalam perayaan HUT Kemerdekaan yang ke 72 tahun ini, komunitas lokal yang memiliki latar belakang pecinta film akan mengembalikan kenangan layar tancap dengan mengadakan acara bernama Festival Film Merdeka.

Komunitas yang menamakan diri Kembang Gula ini memiliki 6 anggota, dan dijelaskan oleh Ketua dari Kembang Gula, Agustian Tri Yuanto dimana  eksistensi mereka sebenarnya sudah lama namun baru tahun ini mereka mendeklarasikan diri mereka secara publik.

Komunitas ini bekerja dengan beberapa Karang Taruna dari beberapa kampung di Surakarta menggelar acara Layar Tancap yang akan diadakan pada tanggal 17-18 Agustus 2017 dan berlokasi di 6 kampung di area Surakarta, diantaranya Kampung Purwonegaran, Bratan, Punggawan, Mojosongo, Tirtosari dan Setabelan.

Dijelaskan oleh Fany Chotimah selaku Direktur dari Festival, persiapan dilakukan selama 2 bulan dengan menemui beberapa kelompok karang taruna di beberapa kampung dan berdasarkan penelilitan turun kampung  yang dilakukan, tercetuslah visi bahwa melalui acara ini mereka dapat membuat masyarakat bisa bahagia dan toleran terhadap keanekaragaman.

Dengan visi tersebut, tentunya film-film yang disuguhkan adalah film-film yang berbau toleransi terhadap keanekaragaman. Mazda Radita selaku kurator menjelaskan bahwa ada sekitar 25 film yang difilterisasi dan dari 25 film itu ada 9 film pendek  yang lolos  dan masing masing bedurasi antara 8-30 menit dan tentunya dari pihak komunitas menetapkan standar untuk filterisasi yang berhubungan dengan kenanekaragaman dan toleran dan sudah pasti 9 film pendek ini adalah film yang layak dinikmati semua kalangan.

Diakui pula bahwa dalam menentukan standar kurasi ini diwarnai dengan perdebatan antar anggota komunitas karena masing-masing anggota tentunya memiliki pola pikir yang berbeda-beda mengenai keberagaman.

Pada jumpa pers yang dilakukan di Kooly Seni atau Resto Kusuma Sari, yang beralamatkan di Jl. Yosodipuro No. 72, Punggawan, Banjarsari, Ayu Mitha Radila selaku manager dari festival ini mengaku merupakan pengalaman pertama untuk bisa bergaul dengan masyarakat karang  taruna secara langsung di kampung-kampung dan dia mengaku senang dengan respon-respon dari mereka dengan menjadikan acara Festival Film Merdeka ini bagian dari agenda acara di kampung mereka.

Pembukaan acara akan dilakukan di Setabelan dan akan dimeriahkan oleh penampilan musik dari organisasi karang taruna setempat dan untuk penutupannya di tanggal 19 Agustus 2017, akan diadakan di Plaza Sriwedari dimana dalam acara itu akan diramaikan dengan pentas musik dari band lokal The Mudub yang dinilai musik-musiknya merepresentasi masyarakat kampung pada umumnya, selain itu juga ada bazaar makanan dan pemutaran layar tancap besar.

Selama 3 hari itu juga diadakan bazaar di kampung Tirtosari yang bekerjasama dengan organisasi karang taruna setempat dan dalam booth salah satu bazaar itu diberikan  tempat sablon gratis dimana masyakarakt bisa menyablon pakaiannya dengan tulisan “Festival Film Merdeka” secara cuma-cuma.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda