Minggu, 22 Oktober 2017

Music Technology Lifestyle

Rilis Album, Apa Alasan Andien Kembali Menempuh Jalur Indie?

Penulis :
Minggu, 08/10/2017 13:24:49 | Dibaca: 87




Rilis Album, Apa Alasan Andien Kembali Menempuh Jalur Indie?

Winnetnews.com


Compusiciannews.com - Kabar Selebriti - Berkarir di dalam satu bidang selama 17 tahun adalah sesuatu yang patut dirayakan. Hal inilah yang barangkali sedang dilakukan Andien melalui perilisan album terbarunya yang dibuat dengan jalur Indie. Bagi seorang penyanyi yang sudah malang melintang di industri musik selama 17 tahun, tentu dengan mudah Andien dapat memperoleh label yang mau memproduseri albumnya. Namun, album yang bertajuk METAMORFOSA ini justu ia buat dengan alasan khusus, yakni melihat rekam jejaknya selama 17 tahun terakhir.

Melalui album indie ini, ia ingin melakukan kilas balik atas perjalanan karirnya selama ini. Pada saat melakukannya, ia akhirnya sampai pada sebuah titik di mana ia menemukan sesuatu, yakni alasannya untuk melangkah ke dalam dunia musik. Titik tersebut adalah saat ia menemukan alasannya untuk menyanyi ternyata bukan untuk memperoleh pujian atau terlalu peduli terhadap komentar orang lain, namun karena kecintaannya terhadap musik dan ia senang menyanyi.

"Dulu Andien kecil itu pada tahun 2000 nyanyi kenapa sih? Apa emang mau diduet, apa yang mau nyenengin orang, atau mau apa? Gitu sebenernya. Ternyata (alasannya) adalah karena aku suka bernyanyi, jadi aku nggak lagi memikirkan apakah, bagaimana pandangan orang terhadap lagu tersebut. Aku ingin berkarya sejujurnya aku aja, tanpa ada yang membatasi. Jadi ini adalah karya indie, mungkin. Ini yang kedua sebenernya, tapi bisa dibilang ini yang pertama kalinya aku mikirin bener-bener dari A sampe Z," aku Andien.

Andien mengaku album tersebut banyak menceritakan tentang perjalanannya sebagai manusia lewat berbagai sisi. Salah satunya adalah cerita awal saat ia memasuki masa awal karir hingga saat ini menjadi penyanyi seperti sekarang dan sekaligus berperan menjadi ibu.

"Perannya sendiri dalam kehidupan kan ada banyak lapisannya dan itu tertuang di lagu-lagu. Kalau didengar lagunya seperti hampir tidak ada benang merahnya. Jadi yang satu ini, yang satu gitu. Ada yang smooth banget, ada yang jazz, ada yang lebih ke bossanova jadi beda-beda banget gitu," ujarnya.

Ia mengaku album tersebut juga sebagai bentuk syukur atas perjalanan hidup dan kareir yang telah ia lalui.

"Aku sudah 17 tahun berkarir, gak kerasa ya udah dari tahun 2000 sampe 2017, banyak sekali masa-masa, aku melewati dari masa awal-awal karir tuh tadinya ada senioritas. Waktu awal-awal tahun 2000an ada yang namanya senioritas, yang penyanyi baru kemudian harus berhadapan dengan penyanyi lagi, lebih senior. Untuk digembleng di belakang panggung lah istilahnya,"

Terkait dengan album indie, memang ada kesulitan sendiri dalam penggarapannya dibandingkan jika albumnya dibuat oleh label rekaman. Salah satunya adalah dia harus menggarap semuanya sendiri, tanpa bergantung kepada label musik mayor. Namun, ternyata hal ini bukan pertama kalinya ia mengeluarkan album indie. Sebelumnya Andien pernah mengeluarkan album sejenis berjudul Bisikan Hati tahun 2000.

"Di sini aku tidak melihat laku atau tidak, tetapi karena aku sebagai penyanyi. Karena saat ini jualan album susah," ungkapnya.

Ia melanjutkan ceritannya. Saat memulai karirinya, ia rekaman dalam bentuk kaset pita, kemudian sampai akhirnya teknologi CD muncul dan albumnya dijual melalui CD. Sekarang, saat dunia digital menguassai, album CD fisik hampir tidak ada dan album-album diluncurkan dalam bentuk digital. Ia mengingat bagaimana lelahnya saat ia harus menyanyi sambil sekolah hingga bagaimana ia berlatih menyanyi hingga suaranya habis, bagaimana saat ia mengalami konflik dengan label rekaman, atau bagaimana cercaan demi cercaan ia terima.

“Misalnya lagunya terlalu susah. Dibikin gampang, dicerca juga (karena) terlalu gampang, jadi aku sampe pada titik di mana merasa harus melihat lagi ke belakang," lanjutnya.

Nikita Dompas, sang produser album Metamorfosis juga mengatakan hal senada dengan Andien. Bagi Nikita, mendengarkan album ini seperti mendengarkan Andien pada masa awal karir namun dengan versi yang lebih dewasa.

 

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda