Minggu, 22 Oktober 2017

Music Technology Lifestyle

Siapakah Gho$$ yang Berhasil Curi Perhatian Crew Dream Theater?

Penulis :
Rabu, 04/10/2017 12:28:38 | Dibaca: 88




Siapakah Gho$$ yang Berhasil Curi Perhatian Crew Dream Theater?

Kompas


Compusiciannews.com - Panggung - Gho$$, band dengan aliran dark pop/indie rock asal Indonesia, mendapatkan pengalaman menyenangkan selama manggung di Jogjarockarta di Stadion Kridosono pada 29-30 September 2017. Penampilan mereka ternyata menarik perhatian salah satu crew Dream Theater. Didatangi salah satu crew band rock legendaris seperti Dream Theater tentu  hal yang tidak pernah diduga-duga oleh Gho$$.

Gho$$ adalah band pendatang baru, yang namanya mulai dikenal sejak memenangkan Super Music.ID Rockim Battle 2017. Band yang berdiri pada 2013 dan beranggotakan Diegoshefa (vocal), Diego Aditya (gitar), Fadhi Perdana (gitar/keys/synth), Dito Adhikari (bass) dan Harry Iskandar (drum) dinyatakan sebagai juara pertama dalam kompetisi itu.  Super Music.ID Rockim Battle 2017 adalah ajang kompetisi rock yang diikuti oleh ribuan peserta dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Pemenangnya berhak mendapatkan hadiah utama berupa rekaman di Studios 301, Sydney, Australia.

Setelah membawakan satu lagu mereka sendiri yang berjudul N dan lagu kedua, aransemen lagu Tetap Dalam Jiwa milik Isyana Sarasvati, juri menilai mereka memiliki musikalitas dan penampilan yang paling lengkap dalam semua aspek dibandingkan peserta-peserta lainnya.

“Tidak banyak band rock Indonesia yang memiliki warna seperti mereka. Sebagai band rock mereka memiliki orisinalitas dan karakter yang kuat. Ini yang jarang kita temukan di industri musik kita saat ini," ujar Stephan Santosa, salah satu juri.

Sebagai jawara kontes, Gho$$ pun diterbangkan ke Australia untuk menjalani rekaman. Mereka merekam dua lagu andalan mereka, "CARE.LE$$" dan "Change" di dua studio di Sydney, Australia, yakni Studios 301 dan Hercules Studios. Dua studio tersebut bisa dibilang legendaris karena sudah dipakai oleh banyak musisi-musisi dunia. Studio 301 merupakan salah satu studio rekaman tertua di Australia, dan studio Hercules merupakan studio pribadi milik pencipta lagu-lagu band hard rock legendaris AC/DC Harry Vanda.  Baik “CARE.LE$$" dan "Change" mengangkat tema depresi.

Menurut sang vokalis, Diegoshefa Dilanegara, lagu-lagu tersebut berasal dari pengalaman pribadinya. 'CARE.LE$$' menggambarkan pengalaman pribadinya saat mengalami major depresi.

"Jadi pas gue major depressiongue selalu menyalurkan apa yang ada di isi kepala gue, di setiap malam gue mengalami gangguan dari anxiety attack dan depresi," lanjutnya.

Dari pengalamannya mengalami anxiety attack (gangguan kecemasan), Dieogoshefa menumpahkan segala perasaannya di dalam lagu tersebut dan beberapa artwork lain. Ia pun berusaha ke luar dari zona tidak nyaman tersebut, dan melalui lagu keduanya,  Change, hal  tersebut ia ceritakan.

Menurut Diegoshefa, "CARE.LE$$", menceritakan tentang seseorang yang membutuhkan orang lain untuk membantunya ke luar dari kondisi depresi. Sementara itu, "Change" menceritakan tentang seseorang yang berhasil keluar dari depresi.

Melalui lagu ini, Gho$$ ingin mengatakan bahwa orang yang depresi itu dapat ke luar dari kondisinya. Kedua lagu memiliki lirik yang dalam, menggambarkan depresi dengan dibalut warna musik trip hop dan dark pop yang suram.

Terkait dengan kedatangan crew Dream Theater menemui mereka, Diego menceritakan kronologinya. Menurutnya, saat menyanyikan dua lagu mereka, Sad Boys Club dan Care.le$$, salah satu teknisi shoud Dream Theater terus mengamati penampilan mereka bahkan mengambil video penampilan tersebut. Seusai manggung, mereka ditemui secara pribadi.

"Sempet ngobrol tapi nggak banyak. Dia bilang mau bantu kami. Katanya kami disuruh sering main ke Amerika," aku Diego.

Saat ini, Gho$$ sedang fokus dengan project EP mereka yang rencananya akan dilaunch  pada awal bulan Oktober tahun ini.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda