Senin, 18 Desember 2017

Music Technology Lifestyle

Ternyata, Bruce Springsteen Merasa Kurang Cocok Dengan Musik Taylor Swift!

Penulis :
Selasa, 10/10/2017 12:00:00 | Dibaca: 224




Ternyata, Bruce Springsteen Merasa Kurang Cocok Dengan Musik Taylor Swift!

rollingstone


Compusiciannews.com - Sosial Budaya- Taylor Swift merupakan salah seorang diva paling poluler saat ini. Sejak memutuskan untuk berpindah genre dari musik country ke pop, namanya tetap jadi buah bibir, bahkan makin banyak orang yang menikmati karya-karyanya. Namanya mendominasi industri musik dunia, dan hampir semua single atau album yang ia keluarkan akan memasuki tangga lagu popular dunia.

Namun, bukan berarti semua orang dapat menikmati jenis musiknya. Hal itulah yang dirasakan oleh Bruce Springsteen. Penyanyi yang dilahirkan di New Jersey 67 tahun lalu bersama band E Street memang sudah menjadi salah satu band rock paling ikonik Amerika Serikat dalam 40 tahun. Lagu-lagu seperti Born in the U.S.A. dan Glory Days yang mengungkap impian dan kekecewaan warga pekerja biasa Amerika Serikat telah menjadi lagu yang begitu popular. Maka, pendapatnya tentang sesuatu tentu memiliki daya tarik juga. Termasuk saat mengomentari musik Taylor Swift, ia mengaku tak cocok dengan musik penyanyi muda itu. Sebagai musisi yang legendaris, menikmati musik yang lebih modern mungkin terasa lebih sulit.

Meskipun dirinya tidak menolak ketika diajak putrinya untuk pergi menonton konser Taylor Swift, dan ia mengaku kagum dengan penampilan penyanyi muda itu, ia mengaku sulit untuk merasa cocok dengan musik Taylor Swift. Melihat konser Taylor di venue, Bruce Springsteen memberikan pujian yang sungguh-sungguh, terutama atas kesungguhan Taylor dalam mengonsep segalanya, serta betapa antusiasnya penonton. Meskipun, ia mengaku belum bisa menikmati musik Taylor.

"Saat putriku sedang di kampus, ia mengajakku untuk ikut bersama teman-teman perempuannya, dan (konser) itu benar-benar acara yang fantastis. Interaksinya (Taylor Swift) dengan penonton dan materinya benar-benar sangat, sangat personal sekali, dan aku rasa Taylor Swift seperti bicara pada para penonton yang penuh itu secara personal," ujar Bruce, seperti dilansir dari Female First.

Sosok yang dijuluki "The Boss" itu  mengakui rasa kagum atas setiap lagu maupun materi rekaman yang dimiliki Taylor Swift memang ada. Namun, dirinya mengaku terlalu tua untuk menikmati musik seperti itu.

"Seperti sebuah karya yang detail, semua materinya (Taylor Swift) sangat, dibangun dan dibuat dengan sangat baik. Setiap lagunya benar-benar kuat, begitu juga dengan rekamannya. Aku mengagumi karya musik modern dan penulisan materinya. Hanya saja itu bukan sesuatu yang akan aku dengarkan sambil mengendarai mobil setiap harinya. Aku terlalu tua untuk itu, lebih baik aku mendengarkan musik yang lebih tua," pungkasnya.

Pada ranah musik, Bruce Springsteen memang dikenal sebagai musisi rock legendaris. Dirinya telah menjual lebih dari 120 juta album di seluruh dunia. Bukan hanya itu, sederet penghargaan pun diterimanya selama 4 dekade berkarir, yakni 20 penghargaan Grammy dan satu piala Oscar. Sosok ini memang banyak dikagumi karena pengalamannya membangun karir yang juga sama menariknya dengan karya-karyanya.

Karir bermusiknya diawali saat dirinya berada di di New Jersey dan membeli gitar pertamanya saat usia 15 tahun dan menjadi pendukung Perang Vietnam. Saat itu, banyak karya-karya yang salah ditafsirkan. Termasuk lagu ciptaannya yang tersohor, Born in the U.S.A. yang dianggap sebagai lagu patriotik. Lagu tersebut pun pernah dimainkan tanpa izin oleh presiden Amerika Donald Trump, saat masih melakukan kampanye pada pemilu 2016. Meskipun begitu, dirinya tidak terlalu mempersoalkan soal kesalahan tafsir maupun penggunaan lagunya tanpa izin di acara-acara politik.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda