Rabu, 22 November 2017

Music Technology Lifestyle

Baby Driver, Action Movie dengan Soundtrack Musik 70-an dan 80-an

Penulis :
Kamis, 14/09/2017 9:00:00 | Dibaca: 154




Baby Driver, Action Movie dengan Soundtrack Musik 70-an dan 80-an

somervilletheatre


Compusiciannews.com - Film - Satu lagi film yang patut menjadi daftar film action yang terlalu seru untuk dilewatkan. Film yang sudah dapat mulai dinikmati sejak akhir Agustus lalu, Baby Driver menawarkan lebih dari sekadar aksi kebut-kebutan dan kekerasan. Film ini memiliki bumbu menarik yang membuatnya menjadi unik, dan boleh diadu dengan film sejenis.Sang sutradara, Edgar Wright, dengan kepiawaiannya mengemas Baby Driver menjadi film action yang menggigit.

Sinopsis

Kisah diawali dengan memperkenalkan sosok Baby (Ansel Elgort), remaja dengan kemampuan yang unik. Remaja dengan wajah polos itu memiliki akal yang cerdas. Berbekal kecerdasannya, ia dipercaya oleh Doc (Kevin Spacey), yang merupakan ketua sebuah komplotan penjahat, untuk memegang setir saat timnya beraksi melakukan misi-misi kejahatan.

Uniknya, kemampuan Baby sangat bergantung pada musik yang ia dengarkan. Sebagai sosok penyendiri, kemampuannya sangat dipengaruhi oleh musik. Dengan earphone-nya, ia mendengarkan ribuan lagu yang ia simpan di dalam iPod-nya.

Pada saat menyetir, terutama di situasi-situasi yang berbahaya, ia akan langsung memutar lagu keberuntungannya. Lagu itu akan membuatnya merasa lebih tenang dan dapat berkonsentrasi dengan lebih baik saat menyetir. Ketenangannya ini membuat ia mampu menghindari kejaran polisi, bahkan menipu mereka. Kemampuan itulah yang membuatnya benar-benar memenangkan kepercayaan Doc.

Semuanya nampak lancer-lancar saja, sampai Baby ditugaskan untuk mengantar kawanannya menuju kantor pos, dan merampok mereka. Saat itu, ia ditugaskan mengawal sepasang kekasih, Darling (Eiza González) dan Buddy (Jon Hamm) dan juga Bats (Jamie Foxx), penjahat ulung berdarah dingin. Di dalam perjalanannya, Baby merasa ragu. Sebab, ia memiliki keinginan untuk mengakhiri tindak kejahatan yang telah ia lakukan selama ini. Lebih-lebih, ia pun mendapat larangan dari ayah angkat. Dan dirinya pun sedang dekat dengan seorang gadis yang bernama Debora (Lily James).

Sayangnya, Doc yang sudah terlanjur mempercayai kemampuan Baby, dan menganggapnya sebagai jimat keberuntungan enggan melepaskan lelaki muda itu. Bagaimana kelanjutannya? Semua akan ditampilkan dengan seru di dalam film ini.

Review

Baby Driver menjadi salah satu pencapaian Edgar Wright, yang bisa membuatnya menjadi legenda pembuat film pada generasi 2000-an. Melalui kemampuannya, penonton akan dibawa hanyut dalam ketegangan hingga film berakhir. Ia memang tidak menampilkan banyak efek spesial, namun, dengan teknik ceritanya yang baik, penyuntingan yang mumpuni, dan lagu yang sesuai dengan suasana, film ini menampilkan ketegangan yang seharusnya dihadirkan.

Jika ditengok dari cerita, sebenarnya kisah yang dihadirkan cukup stereotip, dimana ia menampikan adegan-adegan kejar-kejaran mobil, kisah cinta cheesy, dan tokoh utama yang nampak aneh, tapi pintar. Namun, ia mampu menampilkan sesuatu yang unik, yang menjadi pembeda dengan kebanyakan film, yakni musik. Bisa dibilang, musik adalah nyawa dari baby driver.

Lagu-lagu pengiring film banyak memiliki kemiripan dengan musik era 70-an dan '80-an, yang memang selaras dengan adegan-adegan menegangkan yang ditampilkan. Belakangan, menampilkan musik retro memang sudah menjadi tren, seperti musik pengirim di film Guardians of GalaxyThe Man From U.N.C.L.E., sampai Suicide Squad. Namun, sang sutradara Baby Driver bukan hanya menjadikan musik itu sebagai tempelan. Musik-musik tersebut menjadi bagian cerita, dan bahkan turut memiliki andil dalam membuat alur cerita.

Keunikan lainnya adalah, meskipun film ini menampilkan adegan kekerasan, sang tokoh utama digambarkan sebagai sesosok lelaki yang terjebak dan ingin ke luar dari dunia hitamnya. CInta menjadi motivasi terbesarnya untuk berhenti mengerjakan hal-hal melanggar hukum. Tentu hal ini adalah sesuatu yang positif, yang layak diambil pelajarannya oleh penonton.

loading...




nilai



Berita Terkait :

Komentar Anda