Kincir.com, WadahBagi Para Fans Dan Idola Berinteraksi

Spread the love
  •  
  •  
  •  

CompusicianNews.com –Distribusi- Kincir.com, sebuah situs online fanclub pertama di Indonesia telah menjadi wadah baru dan menjembatani dua pihak dalam industri musik yaitu antara musisi dan penggemarnya. Tampilannya cukup familiar dengan bagian-bagian yang sudah cukup umum, seperti linimasa, pusat notifikasi, daftar teman, dll. Didalamnya ada banyak artis, terutama musisi lokal, ikut menjadi penghuni situs ini.

Lewat situs ini, para idola dapat berbagi konten dengan penggemarnya. Konten itu termasuk foto, video, lagu, hingga curhatan dalam bentuk tertulis, baik dari penggemar ke idolanya atau musisi ataupun sebaliknya.

Sejarah Kincir bisa dirunit hingga beberapa tahun ke belakang. Pada Oktober 2011, gara-gara kecurangan content provider, beberapa artis lokal dan musisi besar, salah satunya Giring Ganesha, vokalis band Nidji, ikut terkena dampak penghentian langganan Ring Back Tone (RBT).

Para musisi dan penyedia konten saat itu menyebutnya sebagai masa “Black October”

“Waktu itu, gara-gara Black October, keadaan industri musik sedang genting,” kata Giring mengenang, dalam percakapan dengan KompasTekno. Sebagian musisi lokal memang mengandalkan pendapatan dari langganan RBT, karena maraknya pembajakan telah menyumbat jalur pemasukan lain.

Beruntungnya, Nidji masih dapat memperoleh penghasilan lewat endorsement dan beberapa acara. Artis-artis lain belum tentu memiliki nasib yang sama dengannya dan lewat lejadian itu membuat Giring memutar otak dengan mencari jalan alternatif untuk menghasilkan uang yang bukan untuk dirinya saja namun juga untuk rekan-rekan sesama musisi.

Masih pada tahun 2011, Giring mengikuti seminar pemasaran dan disana ia bertemu dengan pendiri situs forum terbesar di Indonesia Kaskus, bernama Danny Oei Wirianto. Usai acara, mereka bertemu dan mengobrol dan akhirnya menjadi teman baik akhirnya dari diskusi yang kerap mereka lakukan, tercetuslah ide mendirikan situs online fanclub.

 

 

 

 

 

 

 

“Nama kincir diusulkan oleh Danny. Harapannya kami bisa memberi angin segar bagi industri musik Indonesia,” kata Giring yang mengaku sudah menjadi anggota Kaskus sejak tahun 1998.

Selang beberapa lama kemudian, pada Maret 2013, Kincir.com resmi meluncur. Situs ini berada di bawah naungan PT Gajah Merah Terbang yang berkantor di bilangan Slipi, Jakarta Barat. Para pengelolanya memperoleh sokongan dana dari Merah Putih Incubator.

Giring lalu mengajak musisi-musisi lain agar turut meramaikan Kincir.com. Hingga kini ia mengaku telah berhasil menggandeng lebih dari 150 artis, sementara jumlah fans atau pengguna situs tersebut telah mencapai kisaran 160.000 member.

Fans adalah alasasan utama Kincir.com ini ada, karena fungsinya sebagai jembatan penghubung antara idola dan penggemarnya.

Ibarat darah yang mengalir di nadi, Giring mengatakan bahwa fans memberi denyut kehidupan pada musisi. “Artis yang bisa survive itu adalah artis yang bisa memanfaatkan kehadiran fans dengan baik,” ujarnya.

Senada dengan Giring, Danny melihat adanya peluang yang bisa ditangkap dari basis fans musisi.

“Kita lihat bahwa Giring selalu dimintai foto bareng oleh fans, jadi mereka ini ingin in-touch dengan dia… Nah, ini bisa digunakan. Kalau pesan instan bisa jualan stiker, artis pasti juga bisa,” kata Danny.

Giring dan Danny memiliki cita-cita menjadikan Kincir.com sebagai suatu platform online baru yang menaungi artis dan fans dan mereka juga berencana untuk mendistribusikan musik digital langsung dari para musisi melalui situs tersebut dengan bekerja sama dengan platform yang sudah ada, seperti iTunes dan MelOn.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *