Filastine Merilis Video Musik Tentang Kegelisahan Para Pekerja Tambang

Spread the love
  •  
  •  
  •  

 

Compusiciannews.com – Komunitas – Filastine adalah duo elektronik lintas negara yang diusung oleh dua musisi, yaitu seorang perempuan dari Malang bernama Nova Ruth dan seorang laki-laki dari Spanyol bernama Grey Filastine. Grey banyak menghabiskan sebagian besar waktunya untuk merekam beragam jenis soundscapes dan mempelajari musik khas di berbagai belahan dunia, sedangkan Nova pernah aktif di grup hip hop Twin Sista asal Malang. Bersama-sama mereka mengusung musik beraliran Future Bass.

Baru-baru ini Felastine merilis video musik yang menceritakan tentang kegelisahan pekerja tambang berjudul “The Miner”. Video musik Filastine ini merupakan yang pertama dari Abandon, serial video musik yang mengambil satu tema utama yaitu tarian pembebasan dari kelas pekerja atau kaum buruh yang selalu tertindas.

Dalam video musik “The Miner”, Filastine melakukan kolaborasi bersama sinematografer asal Malang, Astu Prasidya dan penari jalanan asal Jakarta bernama Al Imran Karim. Video ini dikerjakan di dua lokasi, yaitu tambang belerang tradisional di Kawah Ijen yang terletak di Jawa Timur, serta tambang batu bara di Samarinda di Kalimantan Timur.

Memasuki area pertambangan tentu bukan hal yang dapat dilakukan siapa saja. Karena itu, pengerjaan video di Borneo dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh Filastine dan timnya karena mereka masuk ke area pertambangan tanpa izin. Mereka berhasil memasuki kawasan tambang setelah sebelumnya menyamar sebagai pekerja tambang yang memakai seragam resmi petugas tambang. Ketika merekam adegan tari di landasan helikopter, mereka bahkan sempat ditangkap dan diinterogasi oleh aparat setempat yang memergokinya.

Pemilihan tambang sebagai tempat yang ditampilkan dalam video music ini merupakan bentuk protes terhadap eksploitasi pertambangan di pulau Kalimantan dan keprihatinan mereka terhadap pekerja tambang. Dalam video music ini, seorang pekerja tambang terbangun dari tidurnya dan langsung pergi ke lokasi penambangan. Di sana, si pemuda bekerja dan akhirnya menari secara bebas karena merasa jenuh dengan rutinitasnya menambang.

Lagu “The Miner” sendiri memadukan segala elemen musik dengan aroma avant-garde electronica yang ditambah dengan bebunyian 808 bass drum yang distortif, serta melodi perkusif yang dihasilkan dari bunyi alat musik gamelan dan suara kepakan serangga. Senandung vokal perempuan dengan cengkok Jawa yang indah turut menyelip dengan harmonis di lagu tersebut.

Seri video Abandon akan selalu menggambarkan tarian katarsis yang unik, direkam dari beberapa lokasi yang apik, sebagai metafora protes akan kehidupan profesi yang kerap tidak menghargai  rasa kemanusiaan. Selain mengambil gambar di Indonesia, video berikutnya akan mengambil lokasi shooting di di Lisbon, Seattle dan Barcelona.

Mulai Februari hingga Desember 2016, Filastine merancang tur panjang di kawasan Indonesia, Amerika Serikat dan Eropa.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *