Anang Hermansyah Temui Kapolri Untuk Bahas Pembajakan dan Hak Cipta

Spread the love
  •  
  •  
  •  

 

Compusiciannews.com – Industri – Setelah menjadi wakil rakyat, Anang Hermansyah selalu memperjuangkan hak para seniman musik, salah satunya yaitu dengan mengangkat persoalan hak cipta dan pembajakan. Beberapa waktu lalu anggota legislatif dari fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengadakan pertemuan dengan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian di Mabes Polri, Jakarta.

Pertemuan yang juga dihadiri musisi Abdee Negara (gitaris Slank) dan beberapa pengurus label rekaman yang juga merupakan anggota Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) ini diadakan untuk membahas pembajakan fisik dan digital di Indonesia serta menegakkan hak karya intelektual (HKI). Anang mengaku sangat mengapresiasi ketegasan Kapolri, untuk memberantas kasus pembajakan fisik dan digital.

“Dari pertemuan dengan beliau (Kapolri), terungkap komitmen untuk segera membongkar pemain-pemain besar di pembajakan fisik. Ada sekitar 9-12 pemain,” ungkap suami Ashanty ini.

Sejumlah rencana siap digulirkan terkait dengan penegakan UU 28/2014 tentang Hak Cipta seperti dengan melakukan kerja sama bersama kementerian dan lembaga terkait.

“Seperti masalah digitalisasi, Polri akan segera diskusi dengan Menkominfo. Beliau juga segera akan memanggil Satgas Pelanggaran Haki untuk mengetahui kemajuan Satgas ini,” jelasnya.

Terkait dengan hak pertunjukkan (perfoming right) yang dilakukan di rumah karaoke, hotel, restoran dan sejenisnya, Anang mengungkapkan Polri akan segera bertemu dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk membuat keputusan bersama.

“Saya memiliki harapan, di bawah Kapolri Jenderal Tito Karnavian ini, mafia pembajakan dan mafia pelanggar hak cipta segera ditindak secepatnya,” kata Anang.

Anang memahami, sebagai musisi yang juga anggota dewan dia harus memperjuangkan hak para pelaku industri seni di Tanah Air. Mewakili para musisi dan pelaku seni itu, Anang terus menyuarakan berbagai keluhan mereka. Seperti pada Mei 2015 lalu Anang sempat mendatangi Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta Selatan untuk menentang keras maraknya kasus pembajakan.

Kemudian pada 6 Oktober 2016 lalu, anggota komisi X DPR RI ini ikut hadir dalam acara sosialisasi UU Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. Kala itu Anang berbicara mewakili pelaku industri musik di depan kelompok pengusaha karaoke, label musik, LMKN (Lembaga Manajemen Kolektif Nasional), musisi, aparat kepolisian dan yang lainnya.

”Supaya pengusaha karaoke mau membayar royalti. Di sini saya mendapat kesempatan berbicara di hadapan para pemangku kepentingan soal hak cipta mulai dari kelompok pengusaha karaoke, label musik, Lembaga Manajemen Kolektif Nasional, musisi, aparat kepolisian, dan yang lainnya,” ujarnya.

“Soal penegakan hukum gampang, yang susah koordinasi dan bersinergi,” tutur M. Fadil.

Senada dengan Anang, M Fadil Imran dari Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, mengatakan, sebaiknya UU Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta segera diberlakukan dan aparat kepolisian harus cepat bergerak melakukan penindakan tegas di lapangan.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *