Musik Sebagai Pemupuk Semangat Harkitnas

Foto: Kompasiana.com

Compusiciannews.com – Setiap tahun, kita sebagai bangsa Indonesia memiliki momentum khas yang selalu kita rayakan di setiap bulan Mei, yaitu Hari Kebangkitan Nasional (Disingkat Harkitnas). Hari yang diteriakan oleh dr Wahidin Sudirohusodo dan rekan-rekannya yang merupakan pelajar STOVIA (School Tot Opleiding Van Indische Artsen), diikuti dengan berdirinya organsasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 silam ini  merupakan wujud mempersatukan bangsa dari setiap suku dan budaya untuk bangkit dari penindasan dan mendeklarasikan bangsa yang merdeka

Namun pada kenyataannya meskipun sudah mengjasilkan Kemerdekaan yang dirayakan lebih dari 70 tahun, Kebangkitan Nasional hanya menjadi sebuah selebral tahunan yang tidak diikuti dengan perwujudan nyata yang dibuktikan masih banyaknya keterpurukan di beberapa lini bangsa, apalagi dengan permasalahan besar berupa wabah pandemi Covid-19 yang tidak hanya memakan korban manusia namun perekonomian bangsa semakin carut marut

Melansir dari pernyataan Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang ditulis oleh media cnnindonesia.com, sebanyak 2,8 juta pegawai mengalami PHK per 20 April  2020 dan banyak dari mereka yang tidak menerima upah atau gaji terakhir. Bahkan  Waketum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suryani Motik menyebutkan bahwa jumlah korban PHK akibat Corona sudah mencapai 15 juta jiwa

Ditambah Presiden Joko Widodo membuat Perpres kontroversial dengan menaikan kembali tarif BPJS kategori peserta mandiri  per 1 Juli 2020 setelah sebelumnya resmi diturunkan pada 1 Mei 2020 lalu berdasarkan keputusan Mahkamah Agung (MA), semakin menjauhkan harapan bangsa dari kata “Bangkit” itu sendiri

Disinilah peran musik berjalan. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa musik adalah salah satu cabang seni yang cukup penting dalam sebuah kebudayaan bangsa, khususnya dalam membangkitkan semangat Kebangkitan Nasional itu sendiri. Selain sebagai sarana hiburan, musik juga dapat menjadi sarana proses penyembukan secara mental sebagaimana dijelaskan Don Campbell dalam bukunya yang berjudul Efek Mozart.

Musik juga menjadi media atau sarana bagaimana sebuah momentum itu bisa dikomunikasikan sehingga dapat membangkitkan semangat. Hal ini tidak dipungkiri bahwa musik adalah Bahasa universal yang dimengerti oleh semua masyarakat, terlepas dari latar belakang bangsa, budaya dan Bahasa.

Namun kenyataannya masih minim sekali lagu-lagu yang berbau semangat dan perjuangan karena industri musik Tanah Air saat ini lebih menyorot pada musik atau lagu yang memiliki tema romansa dan bahkan akhir-akhir ini, banyak lagu-lagu berbau patah hati seperti yang digaungkan sang maestro campursari Alm Didi Kempot, membuat bangkitnya komunitas Sobat Ambyar yang didominasi kaum-kaum milenial

Situasi ini adalah momentum untuk para musisi, baik musisi indie ataupun musisi yang sudah berskala nasional untuk kembali membangkitkan lagu-lagu patriotik yang bisa menumbuhkan semangat untuk bangkit dari masa-masa keterpurukan. Meski bisa dihitung jari, namun sudah banyak pula musisi dan penyanyi Tanah Air yang menggaungkan lagu-lagu patriotik, baik itu melalui proses remake lagu-lagu nasional yang sudah ada maupun yang menciptakan lagu baru

Facebook Comments