Tito Soemarsono : “Jadi Guru Musik ABK itu Lebih Membanggakan”

Spread the love
  •  
  •  
  •  
Foto :YouTube (Nyo Kristianto)
Tito Soemarsono (Kiri) bersama pimpinan JK Record, Nyo Kristianto (Kanan) dalam wawancara di kanal YouTube

Era 90an merupakan masa dimana industri musik nasional mengalami kejayaan. Banyak hits-hits besar dihasilkan di era itu. Salah satunya adalah Kaulah Segalanya yang dipopulerkan oleh Diva Indonesia, Ruth Sahanaya yang popular di tahun 1991. Lagu ini merupakan salah satu hit di album studio Ruth Sahanaya dibawah label Musica Studios

Dibalik lagu yang fenomenal itu, ada Tito Soemarsono, seorang musisi, penyanyi dan penulis lagu yang sudah menghasilkan bermacam-macam hits yang popular di era 80 dan 90an, salah satunya “Kaulah Segalanya”.  Namun eksistensi Tito sempat hilang cukup lama di dunia industri musik nasional karena beberapa hal.

Dalam wawancaranya dengan Leonardo Nyo Kristianto, pimpinan JK Record, di kanal YouTube Nyo Kristianto, Tito mengaku bahwa selama ini dia tidak berhenti bermusik meskipun dia sudah lama tidak aktif seperti sebelumnya. Dia sempat mencoba peruntungan dengan mejadi Caleg (Calon Legislatif)salah satu partai politik di tahun 2009 lalu namun gagal

Dengan kondisi uang habis untuk kampanye, Tito berniat untuk kembali berkarya lagi di dunia musik namun saat itu, bukan aktif di dunia musik hiburan, melainkan dia banting setir dengan menjadi guru musik untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) yang dia akui adalah pekerjaan yang dia banggakan daripada menjadi pesohor.

Namun Tito mengaku bahwa dirinya sempat terkejut saat ditawari untuk menjadi guru musik yang mengampu ABK, karena selain belum pernah mengajar ABK, dirinya tidak memiliki latar belakang akademis karena kemampuannya bermusik dia dapatkan secara otodidak. Karena tuntutan ekonomi, akhirnya Tito menerima tawaran itu dengan kondisi persiapan teknis dan kurikulum yang masih nol

Proses  penyesuaian dirinya saat mengajar murid ABK cukup menantang, karena harus mengontrol emosi yang dimiliki muridnya itu, mulai dari menuntun memainkan instrumen sesuai ritme hingga menegur jika ada nada yang salah dan hebatnya murid ABK ini bisa mengusai teknik bermain drum selama tiga bulan

Diakui Tito, dia sering mengalami kebuntuan saat harus mengajar namun disaat dia mengalami kebuntuan itu selalu ada bisikan entah dari mana yang memberikan dia tuntunan untuk mengatasi muridnya, salah satunya dia ikut dalam emosi anak didiknya itu

“Saat dia ketawa, gue juga ikut ketawa sampai dia merasa enjoy sama gue dan kalau moodnya udah balik ya gue lanjutin ngajarin dia lagi” ungkap Tito

Seiring berjalannya waktu, Tito mengaku sangat menikmati profesinya sebagai pengajar musik ABK hingga singkatnya dia bisa membentuk band yang anggotanya adalah ABK dan mengikuti ajang festival band internasional bernama Gala Talents Autism di Hong Kong dan menjadi juara selama 2 tahun berturut-turut dari tahun 2015 dan 2016. Hingga saat ini dirinya masih mengajar sebagai guru musik untuk ABK karena menurutnya dia sangat menikmati setiap pengalaman yang tidak bisa didapatkan dengan mengajar anak-anak normal pada umumnya

Facebook Comments