23 Dubes RI Dukung Tenaga Medis Lewat Virtual Choir

Spread the love
  •  
  •  
  •  
Foto : YouTube (Topik ANTV)

Compusiciannews.com – Kreativitas pekerja seni di era pandemi ini memang tidak bisa terhambat. Dengan hadirnya teknologi sekarang yang makin maju, kreativitas tetap bisa dilakukan meskipun ada jarak yang memisahkan. Banyak konten-konten kreatif yang digarap oleh para  pekerja seni nasional sebagai bentuk solidaritas atas bencana pandemi yang sedang melanda, tidak hanya Indonesia namun juga seluruh belahan bumi.

Tepat pada penghujung bulan Mei, tepatnya tanggal 29 Mei silam, sebuah konten kreatif dari salah satu stasiun televisi  yang berisi kolaborasi dari para 23 Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) yang ada di beberapa negara dirilis di kanal YouTube. Konten bertajuk “Bersama 23 Duta Besar RI #Garda33 untuk Pejuang Garis Depan” itu dibuat dengan kolaborasi suara para Dubes RI, menyanyikan lagu “Kaulah Segalanya”  ciptaan Tito Soemarsono

Lagu yang popular di awal 90an ini dinyanyikan oleh para Dubes RI secara bergantian dari markas masing-masing di negara mereka bertugas (Virtual Choir) dengan iringan piano dari panis Nina Irsal M. Hanny. Dubes-dubes itu diantaranya adalah Dubes RI untuk Singapura, Belgia dan Uni Eropa, Swedia, Vatikan, Ekuador, Oman, Bulgaria, Belanda, Vietnam, Saudi Arabia, Venezuela dan beberapa negara lainnya

Setelah menyanyikan lagu, para Dubes RI ini memberikan ucapan terima kasih dan dukungan dengan Bahasa  negara dimana mereka bertugas, namun ada satu  Dubes RI yang menggunakan Bahasa Indonesia, dia adalah Husnan Bey Fenanie yang bertugas di KBRI Azerbaijan. Dalam pesannya dia mengungkapkan apresiasinya kepada setiap tim medis yang telah memberanikan diri untuk berkoban dalam penanganan Covid-19

Tito Soemarsono juga berkesempatan untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya untuk 23 Dubes RI yang sudah menyanyikan lagu ciptaannya dan dia berharap bisa memberikan semangat untuk para tenaga medis yang berjuang menanggulangi pandemi Covid 19.

Melansir dari sebuah situs, lagu yang dipopulerkan oleh Diva Indonesia Ruth Sahanaya di awal era 90an ini sempat menuai kontroversi di era Orde Baru, terkait lirik awal dari lagu ini yang berbunyi “Mungkin hanya Tuhan yang tahu segalanya”. Lirik ini dinilai meragukan Tuhan dan akhirnya oleh Tito, liriknya diganti dari “Mungkin” menjadi “Memang.”

Kontroversi yang sama juga terjadi di Malaysia,  karena saking viralnya lagu ini, akhirnya menuai reaksi dari kelompok agamis di negeri Jiran itu yang juga keberatan dengan lirik awal lagu yang terdengar meragukan Tuhan. Hal inilah yang makin memantapkan Tito untuk mengganti lirik. Hal itu dia katakan melalui wawancara di kanal YouTube Nyo Kristianto, pimpinan JK Record, berjudul “Kembalinya Tito Soemarsono” .

Facebook Comments