YouTuber Kekeyi Dituduh Plagiat, Bagaimana Seharusnya Pegiat Konten Memahami Hak Cipta ?

Spread the love
  •  
  •  
  •  
Foto : YouTube (Rahmawati Kekeyi Putri Cantika)

Compusiciannews.com – Penghujung bulan Mei 2020, dunia media sosial kembali digemparkan dengan rilisnya single pertama dari salah satu YouTuber fenomal Indonesia, yaitu Rahmawati Putri Cantika atau yang dikenal dengan sebutan Kekeyi.

YouTuber yang mencuat karena video make up tutorial menggunakan balon sebagai beauty blender ini merilis single-nya yang berjudul “Keke Bukan Boneka” yang berhasil menjadi trending puncak di YouTube Indonesia mengalahkan video kolaborasi Blackpink dan Lady Gaga “Sour Candy” yang juga rilis di hari yang sama

Salah satu faktor banyaknya viewer YouTube yang diperoleh dalam waktu beberapa hari saja itu dikarenakan lagu yang ditulis oleh Kekeyi sendiri itu dianggap menjiplak lagu “Aku Bukan Boneka” yang dipopulerkan oleh jawara Indonesia Idol 2007, Rini Wulandari. Karena saking besarnya respon netizen yang pro dan kontra terkait single barunya, membuat Kekeyi angkat suara

Sudharnoto lahir di Kendal, Jawa Tengah, pada 24 Oktober 1925. Meski lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, ia justru berkarier di dunia musik. Tidak heran karena Sudharnoto sendiri lahir dari keluarga yang piawai bermain musik, ibunya pandai bermain arkodeon, sedangkan ayahnya gemar bermain gitar, seruling dan biola, meskipun ayahnya juga seorang dokter pribadi di Kraton Mangkunegaran di Surakarta pada dinasti yang ke VII saat itu.

Kekeyi menumpahkan kata-kata dan untuk aransemen musiknya, di-arrange sepenuhnya oleh studio yang membantunya dalam proses pembuatan lagu.  Mengetahui hal ini, Rini Wulandari ikut merespon. Dalam wawancaranya dengan sebuah media di kanal YouTube, Rini mengaku tidak mengira bahwa lagu itu bakal rilis karena sebelumnya dia berpikir Kekeyi hanya membuat meme saja

Rini mengaku bahwa banyak penggemar dan rekannya mengirim tautan video klip “Keke Bukan Boneka” lewat Direct Message (DM) di akun Instagram-nya. Dia sempat menghubungi pencipta dari lagu yang dia nyanyikan, Novi Umar, terkait perijinan hak cipta dan Novi mengaku juga tidak ada perijinan yang disampaikan kepada dirinya hingga lagu “Keke Bukan Boneka” itu rilis

Novi juga akhirnya angkat bicara lewat unggahan di akun Instagram-nya, dalam unggahannya itu dia memahami bahwa Kekeyi sendiri belum paham mengenai hak cipta sebuah karya karena Kekeyi sendiri juga bukan seorang penyanyi yang memiliki banyak album.

“Saya mungkin akan memaklumi si penyanyi ini karena memang bukan penyanyi yang sudah memiliki banyak album atau sekian banyak single,” tulis Novi Uma

Namun yang disesali Novi adalah pihak label dan manajemennya yang seharusnya sudah memahami hal-hal teknis seperti perijinan atas hak cipta. Untuk langkah lebih jauhnya, dirinya menyerahkan masalah ini sepenuhnya kepada Sony Music Indonesia sebagai label yang menaunginya. Dia juga berpesan kepada pegiant konten di media sosial bahwa melalui kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bahwa sudah seharusnya para pegiat  konten memahami arti dari sebuah hak cipta

Lewat pantauan CN di kanal YouTube Kekeyi, video klipnya “Keke Bukan Boneka”  meraup lebih dari 12 juta view dengan lebih dari 300 ribu komentar netizen yang pro dan kontra , dalam hitungan lima hari sejak perilisannya, 29 Mei 2020 silam, menggeser keberadaan duet Lady Gaga dan Blackpink yang baru meraup lebih dari 1 juta view sejak artikel ini dirilis.

Facebook Comments