Aksi #BlackLivesMatter Ingatkan Indonesia Atas Kasus Rasisme Mahasiswa Papua

Spread the love
  •  
  •  
  •  
Foto : ABC News

Compusiciannews.com – Pada tanggal 25 Mei 2020 silam, Amerika Serikat kembali dilanda isu rasisme setelah seorang warga keturunan Afro-Amerika bernama George Floyd, tewas akibat dibekuk di bagian leher denga lutut saat akan ditangkap, oleh seorang perwira polisi berkulit putih bernama Derek Chauvin di Kota Minneapolis, negara bagian Minnesota

Tragedi ini lantas mengundang reaksi dari kaum kulit hitam di Amerika, dimana mereka melakukan aksi protes dengan tagar #BlackLivesMatter. Aksi protes ini juga diikuti oleh beberapa negara lain, seperti Belanda, Selandia Baru, Jerman, Italia, Inggris dan beberapa negara lainnya yang juga menyerukan #BlackLivesMatter dan menyarakan  keadilan untuk umat manusia dari segala kaum

Pada hari Selasa (02/06), tepat dimana trend #BlackoutTuesday menggema di trend media sosial Twitter, diikuti dengan unggahan warna gelap dari para netizen,  pemain serial musikal Glee (20092014), Lea Michele, membuat cuitan kontroversial di akun Twitternya @leamichele, yang berbunyi “George Floyd did not deserve this, This was not an isolated incident and it must end” yang artinya “George Floyd tidak layak atas reaksi ini, ini bukan insiden yang berakitan dengan  rasisme dan ini harus berakhir”

Sontak cuitan Lea Michele ini mengundang reaksi dari para rekan-rekan selebriti Hollywood yang juga berkulit hitam, bahkan banyak rekan-rekan selebriti yang mulai meng-unfollow dirinya di media sosial akibat cuitannya tersebut, salah satunya adalah pelantun ‘Side to Side’, Ariana Grande.

Imbas kasus rasisme di Amerika Serikat juga menggaungkan kembali tragedi rasisme yang menimpa kelompok mahasiswa asal Papua di Surabaya, tepat di malam perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 74, (16/08/2009).  Tagar #PapuaLivesMatter juga ikut menggema menjadi trend di media sosial twitter, bahkan video pengalaman mahasiswa Papua yang mendapat perlakuan rasis juga kembali mencuat

Berbeda dengan Lea Michele, penyanyi  blesteran Indonesia-Jerman, Cinta Laura Kiehl, merespon isu ini dengan mengunggah video mahasiswa Papua itu di akun Instagramnya @claurakiehl dengan caption yang dia tulis dalam Bahasa Inggris , yang diartikan dalam Bahasa Indonesia berbunyi

“Sudah cukup! Di titik ini sangat vital untuk seseorang mau mengakui keistimewaan mereka menjadi kulit putih. Jika hal ini terjadi pada diri kamu, kamu perlu mengerti bahwa itu bukan sesuatu yang memalukan, justru kamu dapat mengenali perbedaanmu dan mengakui perjuangan yang orang lain hadapi. Dan saat kamu menyadarinya, mulailah dengan menjadi bagian dari solusi. Di saat seperti ini, saya berharap kita semua dapat menggunakan suara kita untuk mengakiri ketidakadilan yang seharusnya tidak ada sejak awal dimulainya peradaban kehidupan. Jika kamu tidak tahu bagaimana memulainya, sesederhananya kamu bisa mengajar dan mempraktekan kasih dan menghapus kebencian. ‘akhir kata, hanya ada satu ras di dunia, : Manusia.’ “

Hingga tulisan ini dirilis, unggahan dari penyanyi yang baru saja merilis single terbarunya yang berjudul ‘Cloud 9’,  sejak dua jam lalu langsung direspon oleh hampir 200 komentar yang juga ikut mendukung pemberantasan isu SARA yang ada di Indonesia dan dunia

Facebook Comments