Tagihan Listrik Membengkak, Tompi Kritik PLN di Twitter

Spread the love
  •  
  •  
  •  
Foto : Google

Compusiciannews.com – Media sosial diramaikan dengan isu tagihan listrik yang membengkak, khususnya para pelanggan PLN di area DKI Jakarta dan sekitarnya. Banyak keluhan yang diungkapkan para netizen di Twitter terkait kenaikan tagihan listrik yang dinilai tidak wajar selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)

Hal ini juga dikeluhkan oleh penyanyi sekaligus dokter, Tompi, yang terkejut dengan tagihan listrik di kantornya yang melejit, padahal kantornya tidak beroperasi selama masa PSBB, kurang lebih 3 bulan.

“TAGIHAN PLN MENGGILA!  Ini dr PLN kagak ada konfirmasi2 main sikat aja”  tulis Tompi di akun Twitter-nya @dr_tompi

Pihak PLN lewat akun Twitter resminya menanggapi dengan permohonan maaf atas kendala yang terjadi saat ini, dan pihak PLN meminta nomor identitas pelanggan Tompi untuk bisa dikirim lewat Direct Message (DM) untuk bisa dikalkulasi ulang lebih lanjut

Dilansir dari CNN, Direktur Niaga dan Pelayanan PLN Bob Sahril menegaskan hal itu untuk merespons keluhan masyarakat yang diluapkan melalui media sosial Twitter. Dia menjelaskan bahwa pihaknya tidak menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL). Lonjakan tagihan ini murni karena penggunaannya selama masa PSBB, dimana segala aktivitas dilakukan di rumah

Melihat fenomena ini, sebenarnya bagaimana perhitungan tagihan listrik yang menjadi acuan PLN dalam memberikan tagihannya? Melansir dari Kompas.com, PLN mengkalkulasi dengan dua tolak ukur. Pertama, harga listrik per kWh = Rp. 500 (belum termasuk abonemen PLN dan pajak), kemudian yang kedua, konsumsi daya peralatan elektronik rumah tangga yang bergantung pada merek, jenis  dan ukuran

Selain menjaga kesehatan, masa pandemi ini juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan penggunaan daya listrik selama masa pembatasan sosial ini, hal ini dilakukan untuk menghindari pembengkaan tagihan listrik. Selain itu kalau tagihan listrik dirasa kurang wajar, masyarakat dapat memberikan bukti kalkulasi yang jelas, sesuai dengan tolak ukur yang dipakai PLN.

Facebook Comments