Video Klip “Dinda Dimana” versi Bahasa Jawa Dirilis, Sanggakan “Kopi Ireng” Jadi Trend Baru

Spread the love
  •  
  •  
  •  
Foto : YouTube

Compusiciannews.com – Setelah menunggu kurang lebih 3,5 bulan, akhirnya projek lagu “Dinda Dimana” versi Bahasa Jawa dirilis di YouTube. Tepat tanggal 16 Juni 2020 lalu, video klip yang mengambil lokasi seluruhnya di kota Solo ini dirilis di kanal YouTube sang penyanyi, Katon Bagaskara.

Video klip ini mengambil spot-spot ikonik di Kota Bengawan, seperti Kraton Kasunanan, Pasar Gede, Gladak, Jembatan Keris Tirtonadi, Benteng Vastenburg dan masih banyak lagi tempat yang lain yang disorot. Dalam versi ini, bagian reff dari lagu yang hit 27 tahun lalu ini diubah dalam Bahasa Jawa dengan makna yang lebih puitis, bukan diterjemahkan secara literal.

Dalam video klip ini pula, melibatkan beberapa talent-talent Kota Solo, seperti Solo Batik Carnival (SBC),  komunitas pengemudi sepeda ontel di Solo, para pedagang pasar, anak-anak, hingga Wakil Walikota Solo sekaligus Bakal Calon Walikota Solo dari partai PDI-P, Achmad Purnomo beserta istri yang mengalungkan selendang batik khas Solo.

Perlu diketahui, proses pembuatan video klip ini dilakukan pada akhir Februari 2020, sebelum pandemi Covid-19 masuk di Indonesia. Proses penggarapan lagu juga dilakukan di Solo, dari rekaman hingga mastering digarap oleh sahabat lama Katon, yaitu Mr Jepank.

Dilansir dari Soloevent.id, inisiatif merilis ulang lagu “Dinda Dimana” dalam versi Bahasa Jawa ini datang dari  sang penyanyi kelahiran Magelang, 54 tahun silam itu karena melihat anemo baru dimana banyak anak-anak milenial saat ini yang menyukai lagu berbahasa Jawa.

Selain itu, alasan pengambilan video klip di Solo karena sebelumnya Katon sudah membuat lagu tentang kota Yogyakarta dan karena sekarang Kota Solo sedang jadi perhatian karena viralnya lagu-lagu Alm. Didi Kempot, maka dipilihlah Solo sebagai tempat penggarapan video klip yang juga kental dengan budaya Jawa.

Projek ini dibuat sebagai tombo kangen buat para Sobat Kangen (sebutan fans Katon) yang dulu sangat menyukai lagu “Dinda Dimana” yang berhasil terjual 2 juta copy di tahun rilis awalnya, tahun 1993. Selain reff yang diubah dalam Bahasa Jawa, dalam lagu ini juga ditambahkan sanggakan seperti “Cendol Dawet” bikinan Abah Lala. Dalam lagu ini “Kopi ireng” jadi sanggakannya

Facebook Comments