Bunyi Sembunyi; Ekspresi ‘Kekhawatiran’ dari Seorang Etnomusikolog

Spread the love
  •  
  •  
  •  
Foto : Luqmanul Chakim (Spotify)

Compusiciannews.com – Musik adalah salah satu elemen budaya, dan Indonesia sebagai negara dengan keberagaman budaya, telah menghasilkan beragam suara yang unik dari berbagai penjuru negeri.Hal itulah yang menginspirasi Luqmanul Chakim, musisi muda asal Wonosobo, lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, jurusan Etnomusikologi tahun 2017 silam dalam membuat sebuah karya.

Meskipun awalnya merasa salah jurusan, dirinya akhirnya memperoleh inspirasi di akhir tahun perkuliahannya, dimana dia menyadari bahwa ada filosofi kuat dari setiap instrumen tradisional yang ada di berbagai daerah. Selain itu, pria yang akrab disapa Luqman ini juga prihatin dengan kondisi keberadaan musik tradisional yang hampir punah karena kurangnya kesadaran dari para kaum milenial saat ini untuk melestarikan musik daerah.

Inspirasinya menghasilkan karya berjudul “Bunyi Sembunyi” yang memasukan unsur-unsur musik tradisional dengan dibungkus balutan musik modern dengan tujuan dapat diterima oleh masyarakat,  khususnya kaum milenial, sehingga keberadaan musik tradisional tetap lestari.

EDM (Electronic Dance Music) yang saat ini sedang menjadi sorotan, menjadi elemen musik modern yang membalut bunyi-bunyi tradisional dalam karya “Bunyi Sembunyi”, sebuah karya musik yang dia kerjakan saat mengikuti program Hp Mentorship Project, diadakan oleh  Hp Inc Indonesia di Jakarta, 18-19 Januari 2020 lalu.

Dihubungi oleh CN, Luqman mengaku bahwa saat mengirimkan sample untuk masuk proses kualifikasi, dirinya tidak berharap banyak. Namun, Dewi Fortuna seakan sedang hinggap di pundaknya saat itu. Sample yang dia kirim ke panitia acara lolos kualifikasi dan membawa dirinya menjadi salah satu peserta program mentoring itu.

Dalam program tersebut, dirinya dimentori langsung oleh pakar EDM Indonesia, Eka Gustiwana yang saat ini menjadi sorotan dunia karena video klip “Lathi” yang dia rilis akhir Februari 2020 lalu. Melalui program inilah, “Bunyi Sembunyi” diproduksi selama 1 malam. Namun Luqman mengaku bahwa dirinya sudah memiliki konsep dan materi, sehingga saat di ajang tersebut, dirinya hanya menyelesaikan penyusunannya saja.

Dalam karya “Bunyi Sembunyi” ini, Luqman memasukan unsur musik tradisional yang merupakan hasil dari eksplorasinya ke berbagai daerah selama 3 tahun terakhir, seperti kesenian Jemblungan dari Banyumas, Bendungan dan Bindeng dari Wonosobo dan Gamelan yang dia peroleh saat belajar di ISI Surakarta.

“Lagu ‘Bunyi Sembunyi’  ini adalah sebuah ekspresi kekhawatiran atas tren saat ini. Bahwa musik tradisional sepertinya mulai dilupakan oleh generasi sekarang. Project ini juga mengajak siapapun untuk berani berinovasi dan membuat karya yang berakar dari lingkungan sekitarnya,” kata Luqman

Pada 13 Juni 2020, “Bunyi Sembunyi” yang terpilih menjadi pemenang di program Hp Mentorship Project ini sudah dirilis di kanal YouTube dan platform-platform musik digital lainnya, seperti Spotify dan Joox. Luqman juga melibatkan bakat-bakat lokal di Wonosobo dengan tujuan meningkatkan kearifan lokal, diantaranya ada Ega Puspa Aya dan Arba Velhan yang merupakan musisi dan penyanyi muda di Wonosobo

Facebook Comments