Lagu Anak-Anak Sempat Ramai di Industri Musik Nasional, Ini 5 Maestro Dibaliknya

Spread the love
  •  
  •  
  •  
Foto : Google

Compusiciannews.com – Sebelum memasuki era milenium, anak-anak Indonesia kala itu dimanjakan dengan lagu anak-anak yang sangat beragam. Berbeda dengan kondisi anak-anak era digital saat ini, anak-anak dari generasi 60’an hingga 90’an mendapat keisitimewaan untuk menikmati lagu-lagu yang layak didengar oleh usia mereka saat itu. Tidak ada kata-kata romansa hingga kegalauan yang ada dalam lagu anak-ana,  semua lagu anak yang disuguhkan berbau motivasi untuk belajar, cinta kasih pada keluarga hingga menggambarkan keindahan alam ciptaan Yang Maha Kuasa.

Sebut saja lagu-lagu seperti “Pelangi,”, “Lihat Kebunku,” “Satu Ditambah Satu,” hingga “Ku Takut Mamaku Marah” menjadi hits anak-anak yang selalu diingat oleh anak-anak generasi sebelum millennium. Hal ini juga tak lepas dari para pahlawan musik anak-anak yang terpanggil untuk membuat lagu untuk anak-anak, siapa saja mereka?  Ini dia 5 maestro pencipta lagu anak-anak Indonesia;

1. Pak Kasur

Lahir dengan nama Soerjono, kelahiran Purbalingga, 26 Juli 1912, merupakan salah satu tokoh pendidikan di Indonesia. Nama Pak Kasur sendiri muncul karena dia akrab disapa ‘Kak Soer’ oleh sebagian anak buahnya saat dia aktif di Gerakan Kepanduan. Kemudian setelah menikah, nama ‘Kak Soer’ itu selalu melekat, akhirnya lama kelamaan dia dipanggil dengan sebutan Pak Kasur. Pak Kasur mulai dikenal sebagai musisi anak-anak di tahun 1952 setelah menjadi penyiar radio untuk segmen anak-anak. Hebatnya, yang mendengarkan tidak hanya orang Indonesia saja tapi sudah sampai di telinga warga Singapura, hingga akhirnya beliau diundang sebagai tamu di acara siaran radio di kota pelabuhan yang saat itu masih menjadi bagian dari Federasi Malaya (Sekarang Malaysia)

Beberapa lagu anak-anak yang dia ciptakan diantaranya ada “Naik Delman,” “Balonku,” “Potong Bebek Angsa,” “Dua Mata Saya,” “Kebunku,” dan masih banyak lagi. Secara keseluruhan, selama masa hidup Pak Kasur, beliau sudah menciptakan lebih dari 200 lagu anak-anak. Pak Kasur meninggal dunia pada usia 78 tahun pada 26 Juni 1992.

2. Ibu Kasur

Istri dari Pak Kasur yang bernama asli Sandiah ini ternyata memiliki passion yang sama, yaitu menciptakan lagu anak-anak. Dirinya juga dikenal dengan pendidik dan pemerhati anak-anak. Wanita kelahiran 16 Januari 1926 ini juga menciptakan banyak lagu-lagu anak, seperti “Sayang Semuanya,” “Kucingku,” “Bertepuk Tangan,” dan “Sembunyi. Semangat hidup Ibu Kasur dan dedikasinya terhadap dunia pendidikan anak-anak nyaris tak pernah padam. Bahkan ketika ia ditinggal pergi selamanya oleh suaminya pada tahun 1992, semangatnya yang hampir padam kembali menyala berkat dukungan dari kelima orang anaknya serta para kerabatnya.

Tanggal 22 Oktober 2002, Ibu Kasur meninggal dunia di Jakarta karena penyakit stroke dan diabetes yang dideritanya. Ia pergi meninggalkan 5 anak dan 12 cucu.  Jenazah Ibu Kasur dimakamkan di sisi pusara sang suami di Kaliori, Purwokerto, Jawa Tengah. Sebelum tutup usia, Ibu Kasur berhasil meneruskan obsesi suaminya yang tertunda, yaitu membuat film anak-anak berjudul Amrin Membolos

3. Ibu Soed

Memiliki nama lengkap Saridjah Niung, Ibu Soed dikenal sebagai seorang musisi, guru musik dan pencipta lagu anak-anak. Kecintaannya terhadap seni musik diwariskan dari ayah angkatnya, Prof. Dr. Mr. J.F . Kramer, seorang pensiunan Kejaksaan Tinggi Jakarta.

Kepiawaiannya Ibu Soed di dunia Tarik suara dan bermain biola diperdalam saat dirinya bersekolah di Hoogere Kweek School (HKS) dan dirinya menuangkan ilmunya dengan mengajar di Hollandsch-Inlandsche School (HIS).  Karirnya di industri musik sudah ia mulai dari sejak sebelum Indonesia merdeka. Saat itu suara merdu Ibu Soed pertama kali disiarkan tahun 1927-1928. Didorong karena rasa iba melihat kondisi anak-anak saat itu yang kurang bahagia, akhirnya Ibu Soed menciptakan lagu anak-anak, sepert diantaranya “Burung Kutilang,” “Becak,” dan “Tik Tik Bunyi Hujan”. Selama masa kolonial Belanda dan Jepang hingga Indonesia merdeka, tercatat ada 400 lagu anak-anak yang sudah dia ciptakan. Selain menciptakan lagu anak-anak,   Ibu Soed juga menciptakan lagu-lagu patriotik, seperti “Indonesia Tumpah Darahku,” “Berkibarkah Benderaku,” dan “Tanah Airku.”

4. AT. Mahmud

Bernama lengkap Abdullah Totong Mahmud, pria yang sempat mengambil sertifikasi mengajar Bahasa Asing di University of Sydney, Australia ini  memiliki ketertarikan pada dunia musik sejak 1962. Namun pada tahun 1963, saat dia ditugaskan untuk mengajar Taman Kanak-Kanak (TK), ketertarikan dirinya akan lagu anak-anak  muncul. Saat itulah, pria kelahiran 3 Febuari 1930 ini meningkgalkan studinya dan fokus menciptakan lagu anak-anak. Lagu-lagu ciptaannya, diantaranya ada “Pelangi-Pelangi,” “Main Ayunan,” “Anak Gembala,” “Timang Adik Timang,” dan masih banyak lagi. AT. Mahmoed meninggal dunia pada 2010 dan bulan Juli ini, tepatnya 6 Juli 2020 ini merupakan peringatan 10 tahun meninggalnya sang maestro lagu anak-anak itu.

5. Papa T Bob

Bernama asli Erwanda, Papa T Bob dikenal sebagai pencipta lagu anak-anak era 1990an yang lagu-lagunya dinyanyikan oleh penyanyi-penyanyi cilik saat itu, seperti Tina Toon, Trio Kwek Kwek, Eno Lerian dan Bondan Prakoso. Lagu-lagu yang dia ciptakan masih menjadi memori di benak anak-anak era 90an saat itu. Sebut saja “Bolo-Bolo” yang dipopulerkan oleh Tina Toon, “Katanya” (Trio Kwek-Kwek), “Si Nyamuk Nakal” dan “Du Di Dam”  (Eno Lerian), dan “Lumba-Lumba” (Bondan Prakoso).

Inspirasi Papa T Bob dalam menciptakan lagu adalah tatap muka, karena bagi dirinya memahami karakter sang penyanyi saat itu menjadi inspirasi terbesarnya dalam menulis lagu. Tak heran dirinya pernah menolak membuat lagu untuk Joshua Suherman saat itu dikarenakan dirinya belum pernah bertemu dengan sosok Joshua.

Di tahun 1990-an, banyak yang mengatakan bahwa Papa T Bob merupakan salah satu miliarder di Indonesia. Namun setelah industri musik anak-anak meredup, namanya pun tak pernah terdengar lagi.

Facebook Comments