Perkembangan Musik Dangdut dan Sensualitas Goyangan Para Biduannya

Spread the love
  •  
  •  
  •  
Foto : Google (Inul Daratista)

Compusiciannews.com – Dangdut merupakan aliran musik yang digemari oleh semua lapisan masyarakat dan kalangan, dari muda hingga tua, bahkan dari kalangan masyarakat middle-low (menengah kebawah) dan middle-up (menengah keatas). Istilah dangdut muncul pertama kali sekitar tahun 1972-1973, yang berasal dari pembentuykan kata menirukan bunyi kendang, yaitu “dang” dan “dut,” dengan ungkapan dan perasaan yang menghina masyarakat kaum bawah.

Dari pengertian yang dilansir dari seorang penulis William H. Frederick dalam bukunya yang berjudul Rhoma Irama and The Dangdut Style: Aspects of Contemporary Indonesian Popular Culture(1982), menjadikan sebuah penilaian stereotype yang diberikan kepada masyarakat awam mengenai musik dangdut yang identik dengan kampungan dan tidak seronoh dengan menampilkan sensualitas para penyanyi dangdut itu sendiri yang kebanyakan kaum hawa, melalui goyangan dan desahan suara yang membuat masyarakat memiliki imajinasi seksual yang tinggi.

Foto : Google

Dilansir dari sebuah situs, dangdut yang akarnya berasal dari musik Timur Tengah dan India, pada dasarnya memiliki fungsi sebagai media dakwah, seperti yang digaungkan oleh Raja Dangut Rhoma Irama diawal kemunculannya melalui gerakan The Voice of Moslem (Suara Umat Islam). Namun sejak memasuki era 80an, fungsionalitas musik dangdut bergesar dengan munculnya banyak penyanyi dangdut wanita atau yang dikenal dengan sebutan biduan. Lirik lagu yang sebelumnya berbau religi kemudian menjadi lagu yang menggambarkan perasaan sendih dan ratapan kaum istri mengenai kisah cinta dan perselingkuhan yang menyakitkan

Bisa disimpulkanbahwa lirik-lirik dangdut kala itu menggambarkan sebuah kehidupan pernikahan yang tidak bahagia dalam konteks tradisi masyarakat patriakis dan  tidak melihat kaum perempuan sebagai mitra yang setara  dengan laki-laki. Kemunculan para biduan dangdut ini juga sebagai bentuk melepaskan kepenatan atas tekanan dari pemerintah era orde baru kala itu yang  membatasi segala bentuk keseronokan, dari cara berpakaian hingga lirik lagu dalam musik. Sementara kesejahteraan masyarakat tidak merata dan kesenjangan semakin tinggi sehingga musik dangdut dan para biduannya menjadi media bagi masyarakat kelas bawah untuk mengekspresikan rasa ketidakpuasan dan kesedihan mereka dalam bentuk hiburan

Paska pemerintahan Orde Baru yang berakhir pada 1998 silam, tekanan pada industri musik melunak dan akhirnya terjadi pergeseran yang signifikan pada musik dangdut itu sendiri hingga akhirnya munculah sub aliran baru yang dikenal dengan sebutan dangdut koplo, yang awal perkembangannya berawal dari Banyuwangi, Jawa Timur. Nama ‘Koplo’ disematkan karena ada unsur musik tradisional dari Jawa Timur dan alunan atau ritme musik yang lebih cepat dibanding musik dangdut pada normalnya

Perkembangan ini juga akhirnya melahirkan lebih banyak lagi biduan-biduan dangdut yang identik dengan goyangannya yang akhirnya juga melahirkan budaya ‘sawer’, yaitu pemberian tips penonton kepada biduan dangdut karena sudah berhasil menghibur para penonton melalui goyangan hebohnya. Cara pemberian tips ini dengan langsung mendekati penyanyinya dan kemudian memberikan tips itu lewat jabat tangan sambil memegang bagian tubuh sang penyanyi

Foto : YouTube (‘How You Like That’ versi Koplo by Via Vallen)

Meskipun terlihat seperti bentuk prostitusi yang terselubung, budaya ‘sawer’ ini sudah menjadi bagian dari seni pertunjukan dalam blantika musik dangdut. Namun seiring perkembangan jaman, dimana musik dangdut juga dinikmati oleh kalangan menengah keatas, ada perubahan yang cukup signifikan dari suguhan musik dangdut tersebut dimana saat ini biduan dangdut bisa tampil lebih elegan dan sopan.

Sebut saja si Ratu Ngebor Inul Daratista yang  mengalami perubahan drastis saat itu (tahun 2003), dari penyanyi kampung menjadi penyanyi nasional yang tampil dengan baju yang dirancang oleh beberapa desainer ternama Indonesia. Hal yang sama saat pengaruh K-Pop masuk, biduan-biduan dangdut bergaya artis negeri Gingseng yang khas dwarna dan gaya rambutnya pun juga bermunculan, seperti Ayu Ting Ting dan sekarang ada Via Vallen yang baru saja merilis cover ‘How You Like That’ dari Girlband K-Pop Blackpink dengan versi dangdut koplo di kanal YouTube-nya

Facebook Comments