Musik Akapela, Dari Hanya Sebatas Musik Religi Hingga Menjadi Top Fourty

Spread the love
  •  
  •  
  •  
Foto : Google

Compusiciannews.com – Pernahkan kamu nonton film Pitch Perfect dari installment yang pertama hingga yang ketiga?  Film yang rilis di tahun 2012, 2015 dan 2017 ini  menceritakan kelompok  akapela yang terbentuk dari sebuah universitas, menggambarkan bagaimana jika instrumen alami yang dimiliki setiap orang, yaitu vokal dengan karakter yang berbeda-beda disatukan dan menjadi sebuah melodi yang harmoni.

Akapela  atau dalam Bahasa aslinya tertulis A cappella ini merupakan istilah dari Bahasa Italia yang mengacu pada kata chapel, atau sebuah ruangan peribadatan dalam gereja, adalah sebuah pertunjukan tarik suara yang disuguhkan tanpa melibatkan instrumen musik dan hanya menggunakan suara alami dari pita suara yang divariasikan dengan berbagai karakter suara yang dimiliki masing-masing anggota kelompok akapela

Istilah akapela sendiri digunakan untuk membedakan antara polifoni gaya era Renaissance (era medieval atau pertengahan, 1400-1600) dan Baroque Concertato (1600-1750). Akapela ini sendiri adalah versi pembaharuan dari dua gaya tersebut yang masih menggunakan iringan instrumen musik. Beberapa peneliti sejarahwan mengemukakan bahwa gaya akapela ini digunakan sebagai cara untuk berkomunikasi sebelum adanya Bahasa

Boys II Men

Dari sisi agamawi,  musik akapela digunakan untuk musik  religi, khususnya musik gereja, yang menghasilkan musik Gregorian chant. Polifoni dari musik Kristen akapela  mulai berkembang di Eropa disekitar akhir abad ke-15 SM dengan komposisi yang diciptakan oleh seorang komposer masa Renaissance, Josquin des Prez. Awalnya, polifoni  akapela masih diiringi dengan musik. Akapela dengan iringan musik ini terus berkembang hingga abad ke-16 dengan format-format baru dari komposer-komposer yang bermunculan di era itu

Hingga akhirnya kaum aliran Protestant Reformer, yang dipimpin oleh Yohanes Calvin dan Zwingli menolak adanya iringan instrument dalam polifoni akapela. Aksi penolakan ini diikuti dengan dihancurkannya instrumen organ oleh Zwingly di gereja-gereja yang ada di Swiss, kemudian diikuti dengan dibakarnya buku-buku polifoni di gereja-gereja Inggris.

Di pertengahan abad ke-20, gereja-gereja dalam pergerakan Holiness Churches Movement, seperti Free Methodist Church menantang penggunaan instrumen musikal dalam gereja. Namun kemudian Free Methodist Church memberikan kelonggaran untuk gereja menggunakan satu instrument musik di tahun 1943.

Pentatonix

Tren musik akapela mulai muncul di Amerika Serikat pada Juli 1943 silam, yang merupakan hasil dari American Federation of Musicians memboikot studio rekaman di AS dan akhirnya munculah kelompok-kelompok vokal akapela yang mencampuradukannya dengan aliran musikm lain, seperti jazz dan pop.  Dari proses asimilasi ini, munculah musisi-musisi yang memiliki aliran akapela, diantaranya ada The Manhattan Transfer, Bobby McFerrin, Huey Lewis and the News, All-4-One, The Nylons, Backstreet Boys, Boyz II Men dan NSYNC, hingga sekarang ada Pentatonix, Straight No Chaser dan Home Free

Di era tahun 2000an, musik akapela semakin populer di Amerika Serikat, sebelum  munculnya 3 installment film Pitch Perfect,  ajang pencarian bakat The Sing –Off tayang di pertengahan tahun 2009 hinggga 2014 yang menghadirkan beragam kelompok  akapela di seluruh penjuru Amerika Serikat, yang kemudian diiktui dengan serial-serial televisi yang juga memberikan nuansa akapela.

Facebook Comments