Samakan Foto Jenazah Covid-19 Dengan Unggahan Buzzer, Anji Dikecam Komunitas Jurnalis Foto

Spread the love
  •  
  •  
  •  
Foto : Google

Compusiciannews.com – Sudah 5 bulan pandemi Covid-19 menjadi momok di Indonesia, jumlah kasus yang kian terus menambah dan angka kematian yang cukup tinggi menjadi sebuah PR (Pekerjaan Rumah) besar bagi pemerintah dalam menanggulangi bencana tak terlihat ini. Namun, ditengah mewabahnya pandemi yang telah menewaskan ribuan nyawa  ini, masih ada masyarakat yang belum sadar akan bahaya dari virus yang memiliki nama lain SARS-Cov-2 ini.

Banyaknya ditemukan kerumunan di tempat-tempat umum dan masyarakat yang tidak menggunakan masker menjadi sebuah keprihatinan pemerintah, khususnya Tenaga Medis dan Gugus Covid-19 yang menjadi garda terdepan dalam penanganan virus mematikan ini. Tidak heran pula, gertakan dilontarkan dari pihak pemerintah, seperti penetapan zona hitam kota Surakarta oleh Wali Kota FX. Hadi Rudiyatmo pada 12 Juli silam dikarenakan adanya penambahan jumlah kasus yang signifikan yang terjadi pada 25 Tenaga Kesehatan di kota Bengawan itu (15 dari Surakarta dan 10 lainnya dari Kabupaten tetangga).

Selain itu, sebuah gertakan keras juga muncul dalam sebuah foto yang hingga saat ini viral di media sosial Twitter. Jurnalis fotografer Indonesia yang merupakan tim koresponden untuk National Geographic, mengunggah sebuah foto jenazah yang meninggal karena Covid-19 dalam kondisi dibalut dengan plastik layaknya mumi. Fotografer bernama Joshua Irwandi ini mengatakan lewat akun Instagram-nya @joshirwandi bahwa mengambil gambar korban jenazah virus Corona di Indonesia adalah yang paling memilukan dan paling seram yang pernah dia lakukan.

“Dalam benak saya, saya hanya berpikir bahwa ini bisa terjadi pada kita dan orang-orang yang kita kasihi.” Begitu tulis Joshua di kolom deskripsi yang dia tulis dalam Bahasa Inggris

Beragam reaksi dilontarkan oleh Netizen, salah satunya musisi Indonesia yang merupakan mantan vokalis band Drive, Anji. Menurutnya, sungguh aneh jika ada fotografer yang diizinkan mengambil gambar jenazah yang terbungkus plastik saat semua keluarga yang lain tidak diizinkan.

Lewat akun Instagram-nya, @duniamanji, dia merasa janggal  karena menurutnya foto ini diunggah ulang oleh banyak akun-akun yang memiliki jumlah pengikut besar dengan keterangan foto yang seragam. Anji menganggap bahwa hal ini seperti isu-isu yang kerap kali dilontarkan oleh para pendengung atau buzzer. Dia juga mengatakan bahwa virus Covid-19 tidak semengerikan seperti yang digambarkan

Komentar ini lantas direspon keras oleh Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Reno Esnir yang mengatakan telah menghubungi Joshua  dan memastikan proses pengambilan gambar dan dikonfirmasi pengambilan gambar ini dilakukan sesuai protokol perizinan yang sesuai di Rumah Sakit dan kode etik jurnalistik.

Dalam hal ini, PFI menilai bahwa Anji telah melecehkan karya jurnalistik dan pendiskreditan profesi jurnalis dengan membadingkan Joshua sebagai pewarta dengan kerja pendengung (buzzer) dan influencer. Atas dasar itu semua PFI mendesak Anji untuk menghapus postingan di Instagram terkait foto Joshua Irwandi dan mendesaknya untuk meminta maaf secara terbuka ke publik.

Dalam hal ini, Anji merespon bahwa dia tidak ada maksud untuk melecehkan profesi jurnalis foto. Anji mengaku telah mendapat penjelasan tentang cara kerja jurnalistik saat diskusi virtual bersama Josh dan beberapa jurnalis foto lainnya.

Facebook Comments