Sindir IDI Lewat Unggahan Instagram, Jerinx SID Resmi Jadi Tersangka Ujaran Kebencian

Spread the love
  •  
  •  
  •  
Foto : Okezone.com

Compusiciannews.com –  I Gede Ari Astina atau yang dikenal dengan sebutan Jerinx akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian oleh  Polda Bali. Drummer dari band Superman Is Dead (SID) itu resmi menjadi tersangka setelah dilaporkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Bali terkait unggahan di akun Instagram miliknya, @jrx_sid, yang berbunyi “gara-gara bangga jadi kacung WHO,  IDI dan Rumah Sakit dengan seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan harus melakukan tes Covid-19.”

Dilansir dari situs Kompas.com, Jerinx mengatakan bahwa dia tidak ada niatan untuk menyakiti perasaan IDI atau siapapun. Dia melontarkan komentar itu sebagai bentuk kritik sebagai warga negara. Jerinx ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian setelah diperiksa kedua kalinya sebagai saksi selama empat jam di Polda Bali pada hari Rabu (12/08/2020) lalu.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Jerinx langsung dimasukan  ke rumah tahanan di Mapolda Bali selama 20 hari kedepan. Meskipun demikian, kuasa hukum Jerinx, Wayan Gendo Suardana mengatakan, pihaknya akan mengajukan penangguhan penahanan ke Polda Bali.

Dengan statusnya sebagai tersangka, Jerinx terancam melakukan pelanggaran Undang-Undang dengan pasal berlapis, yaitu Pasal  28 ayat (2), pasal 45A ayat (2) dan/atau Pasal 27 Ayat (3) serta Pasal 45 (3) UU Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman pidana enam tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 Milyar.

Sementara itu, dilansir dari Tribunenews.com, Jerinx memberikan pesan terakhirnya sebelum masuk sel tahanan dengan mengatakan semoga tidak ada  lagi ibu-ibu yang kehilangan calon anaknya karena prosedur rapid test.

“Saya sekarang disel tidak apa, yang penting tidak ada lagi ibu-ibu yang kehilangan anaknya,” kata Jerinx saat diwawancara awak media sebelum masuk ke sel tahanan.

Kuasa hukum Jerinx yang akrab disapa Gendo menambahkan  bahwa ucapan yang dilontarkan kliennya ini murni kritikan dan tidak ada kepentingan politik apapun. Dia mengartakan bahwa ucapan kliennya ini bukti kecintaannya pada negeri dan ingin keadilan untuk semua warga negara

Facebook Comments