Bagaimana Kelanjutan Wacana Masuknya E-Sport dalam Kurikulum Nasional?

Spread the love
  •  
  •  
  •  
Permainan Mobile Legends yang Sedang Populer di Kalangan Remaja

Compusiciannews.com Bermain game online menjadi aktivitas yang sangat digandungi oleh banyak orang saat ini. Baik anak-anak maupun orang dewasa terlihat sibuk dengan HP miringnya, tanda sedang bermain sebuah permainan game online.

Selama pandemi, pemain game online semakin mengalami peningkatan yang sangat pesat. Waktu longgar selama pandemi dimanfaatkan untuk bermain game online, sendiri atau bersama-sama dengan komunitas.

Meningkatnya peminat game online tidak terlepas dari banyak E-Sport yang saat ini banyak digelar. E Sport sendiri merupakan kompetisi olahraga elektronik melalui sebuah game.

E-Sport sendiri telah menjadi cabang resmi yang akan turut dipertandingkan dalam Asean Games 2022. Maraknya peminat game online juga memunculkan banyak streamer-streamer game di media sosial.

Secara ekonomi, game online mempunyai potensi yang sangat besar. Selain maraknya E-Sport yang memberikan hadiah cukup besar, pernak-pernik atau item game juga menjadi sumber ekonomi.

Banyak anak-anak muda yang kini beralih untuk mulai berbisnis item game online seperti akun, voucher, hingga merchandise. Pemerintah sendiri pernah mengeluarkan wacana untuk memasukan E-Sport dalam kurikulum nasional (kurnas).

Kemenpora pada era Iman Nahrawi bahkan telah serius untuk memasuknya E-Sport dalam kurnas. Menurut Kemenpora pada waktu itu, E-Sport bukan hanya sekedar bermain game.

Namun hingga saat wacana masuknya E-Sport tidak ada kejelasan. Banyaknya anak mengalami gangguan jiwa akibat game online, membuat wacana masuknya E-sport dalam Kurnas semain sulit untuk terwujud.

Halangan lain yang menghambat realisasi dari wacana pendidikan ini adalah persepsi tentang game yang masih dianggap sesuatu yang negatif. Kencanduan terhadap game merupakan sesusuatu yang masih ditakui oleh para orangtua.

Dilema terkait game online dan E-Sport menjadi tantangan besar untuk mewujudkan pendidikan 4.0. Ketidakberanian pendidikan untuk bertransformasi justru akan membuat game online semakin tidak terkendali.

Game online akan menjadi kontra produktif dengan belajar jika pendidikan tidak berani bertransformasi. Hal ini tentu akan semakin memberatkan proses belajar online atau jarak jauh, yang saat ini masih menjadi pilihan efektif dan aman untuk belajar anak.

Facebook Comments