4 Kunci Tantangan dalam Industri Musik Digital 2016

 

Compusiciannews.com -Industri- Industri musik tahun lalu merupakan tahun yang penuh dengan event. Debat besar yang terfokus pada royalti, model fremium dan posisi YouTube dalam industri. Dan kali ini Compusiciannews akan menunjukan beberapa kunci tantangan bagi industri musik digital dalam menghadapi tantangan sepanjang 2016 ini:

Memproses keuangan

Kebanyakan perusahaan musik masih bekerja keras untuk mengembangkan sistem data. Ini kebanyakan khususnya kasus saat berurusan dengan bagaimana mereka melaporkan penggunaan dan royalti untuk perusahaan label, artis dan penulis lagu. Bahkan dimana sistem yang layak ada, masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan untuk memastikan bahwa para artis dan penulis lagu dapat dengan mudah menavigasi data.

Artis dan penulis lagu tidak dapat benar-benar mengaudit informasi yang tersedia dengan partner bisnis seperti label, publisher dan penyedia layanan streaming dikarenakan kurangnya transparansi melalui fundamental persetujuan.

Database pusat dari informasi kepemilikan hak cipta yang menunjukan siapa yang mengendalikan dan memperoleh keuntungan dari masing-masing lagu akan berjalan dalam menyampaikan masalah ini. Sementara itu dalam dalam industri setuju pada kebutuhan untuk database, keputusan pada rincian seperti bagaimana database harus dibuat, siapa yang harus membayarnya dan sumber-sumber data yang menjadi tantangan yang akan hadir di tahun 2016 ini.

 

Memecahkan sengketa pembagian penerimaan

Sebagai pecinta musik, anda seharusnya memposisikan diri anda seperti pemegang hak cipta dan berpikir pernahkah anda merenungkan bagaimana artis memperoleh pedapatannya dari Spotify, Apple Music dan semua layanan musik streaming yang anda gunakan? sengketa seperti ini masih menjamur hingga sekarang.

Hal ini didasarkan pada ketidaksetujuan bagaimana pendapatan streaming dibagi antara penyedia streaming dan piha-pihak lain, seperti label rekaman, music publisher, penyanyi dan penulis lagu. Kebanyakan persetujuan  streaming adalah pembagian penerimaan  yang dimana pemegang hak diberikan kepastian jumlah dari lagu yang di-streamingkan.

Karena layanan streaming tidak dapat menopang kerugian perusahaan, maka penyedia layanan digital harus bekerja dalam situasi dimana pembagian penerimaan harus melebihi batas jaminan dan jika gagal, penyedia layanan akan mensubsidi industri musik dengan kerugiannya.

Mengembangkan  layanan yang lebih unik.

Sekumpulan layanan digital dalam industri ini mengoperasi 3 model utama, yaitu model Spotify, model Pandora dan model iTunes. Kebanyakan dari layanan ini memiliki katalog dan harga yang sama. Tangkapan pasarnya yang paling sering muncul adalah tool pencarian musik. Dengan bangkitnya beragam platform freemium, tantangan besarnya adalah dengan menyediakan layanan unik yang dapat digunakan oleh kostumer.

Memastikan fasilitas  mendengarkan musik yang berkelanjutan

Pemasaran untuk musik diurus oleh label musik, namun kampanye ini ditargetkan ke perilisan album yang baik. Perilisan album yang baik adalah salah satu dimana penjualan maksimal tercapai dengan waktu sebulan perilisan. Setelah periode ini, pemasaran album pada khususnya secara umum berakhir atau setidaknya turun secara signifikan sebagaimana label berfokus pada sebuah perhatian.

Ini merupaka tantangan sebagaimana industri musik bergerak ke model streaming. Penjualan album yang berhasil dalam minggu pertama hanya akan menjadi keuntungan yang besar bagi label. Stakeholder lainnya akan perlu berfokus pada mendorong fasilitas mendengarkan musik yang berkelanjutan jika mereka memiliki uang yang cukup. Hal ini berarti selain “pemasaran untuk kampanye pembelian,” dapat diambil alih dengan “ kampanye pemasaran dengan Pklaylist”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *