Ada Prostitusi Berkedok Idol Grup di Jepang!

 

Compusiciannews.com – Sosial Budaya – Jepang menjadi negara yang melahirkan kultur idol grup. Dimana idol grup merupakan sekelompok remaja cantik yang piawai menyanyi, enerjik, serta berkarakter kuat.

Proses pembentukan idol grup sendiri biasanya memakan waktu lama. Remaja-remaja putri akan diseleksi dan menjalani karaktina sebelum akhirnya dipilih yang terbaik. Para idol grup ini kemudian akan menghibur penggemar dengan suara, koreografi, hingga keunikan-keunikan yang dimilikinya.

Sayangnya, idol grup di Jepang ternyata punya sisi gelap juga. Seorang reporter bernama Simon Ostrovsky dari Vice News membuktikan tentang keberadaan praktek prostitusi berkedok idol grup di Jepang.

Mulanya Simon sekadar menjelajah distrik Akihabara, tempat dimana budaya idol grup ini lahir dan berkembang. Di daerah ini pula banyak terdapat cafe dan bar yang menyediakan panggung-panggung kecil sebagai tempat pertunjukkan musik para idol grup baru. Asal tahu saja, tidak hanya satu atau dua idol grup baru yang dibentuk di Jepang. Kabarnya ada ratusan idol grup baru yang dijadikan wadah mengembangkan kreativitas bagi anak-anak muda di Jepang.

Ketika menjelajahi Akihabara tersebut, Simon tidak menemukan hal-hal yang janggal. Para gadis-gadis yang tergabung dalam idol grup akan bertemu fans dan berbagai tanda tangan atau merchandise pada umumnya.

Namun, Simon kemudian bertemu dengan seorang gadis berusia 16 tahun yang tidak mau disebutkan namanya. Gadis itu mengakui bahwa terjadi praktek prostitusi yang berkedok idol grup di kawasan Akihabara. Gadis yang ditemui Simon tersebut mengaku sudah menjadi Joushi Kosei Osampoo (gadis sekolahan yang bisa diajak berkencan). Masalah keluarga diakui gadis tersebut sebagai faktor utama yang membuat dirinya mantap melangkah ke bisnis prostitusi.

Joushi Kosei dalam bahasa Jepang berarti anak sekolahan, namun penambahan kata “sampoo” berarti berjalan-jalan atau ngedate sehingga maknanya semakin sempit. Di Akihabara, para member idol grup akan membagikan flyer untuk menarik penonton datang ke pertunjukannya. Tapi para Joushi Kosei melakukan hal yang sama untuk menjaring pria-pria hidung belang.

Kondisi ini tentu memprihatinkan. Pasalnya, masyarakat mungkin akan kesulitan membedakan antara member idol grup yang sesungguhnya dan para Joushi Kosei. Tidak jarang, para member idol grup pun akan mendapat anggapan miring dari masyarakat meskipu sebenarnya mereka bersungguh-sungguh untuk mengembangkan karirnya di bidang musik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *