Aggregator Musik, Distribusi Era Digital

 

 

CompusicianNews.com – Industri – Singkatnya, aggregator musik adalah fasilitator bagi musisi untuk menjual musik mereka secara online dengan cakupan yang luas, bahkan hingga ke tingkat internasional. Aggregator akan fokus pada urusan distribusi karya dan terhubung dengan berbagai toko musik online di seluruh dunia.

Namun, distribusi disini tidak hanya soal bagaimana menjual lagu lewat toko musik digital saja, tetapi bagaimana mengemas artis dan karyanya secara utuh. Aggregator juga akan terhubung dengan berbagai media sosial, website artis, hingga aplikasi smartphone.

Aggregator musik melalui toko digital maupun streaming musik dianggap mampu menjawab tantangan era digital dalam hal distribusi karya. Selain itu, aggregator juga dianggap mampu melawan fenomena pembajakan yang luar biasa sukses di era musik fisik.

Terlebih, aggregator musik dianggap mampu mewadahi karya-karya musisi baru atau musisi indie yang seringkali mengalami kesulitan luar biasa untuk memperkenalkan karyanya.

Indonesia jelas masih tertinggal jauh dibanding negara-negara lain untuk layanan aggregator musik ini. ReverbNation, Tune Core, CD Baby, dan Indie Pool adalah empat aggregator utama di dunia. Sedangkan di Indonesia sendiri ada beberapa nama seperti Mistral Musics, Equinox DMD, dan Musikator.

Sayangnya, setelah dilakukan pengecekan, Equinox DMD yang dibangun pada Februari 2006 dan disponsori pabrikan rokok terbesar di Indonesia ini sepertinya sudah tidak aktif. Sedangkan Mistral Musics, terlihat tidak begitu ‘vokal’ di sosial media, baik website, Facebook, maupun Twitter.

Musikator jadi yang paling aktif dari ketiga aggregator musik Tanah Air tersebut. Berawal dari blog komunitas pada 2008, musikator kemudian lahir pada 2012 dan terus bertumbuh hingga sekarang. Uniknya, dari sekian nama-nama artis yang bekerja sama dengan Musikator atau disebut dengan creator, rata-rata adalah musisi indie dengan genre musik yang variatif.

Pada Juli 2013 Musikator menjalin kerja sama dengan Nokia Music. Kemudian pada November 2013 dengan Deezer, layanan musik streaming asal Prancis.  Dikabarkan melalui blognya, pada Maret lalu mereka juga sukses tanda tangan kerja sama dengan Spotify.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *