Apa Sih Musik Psikedelik?

 

Compusiciannews.com – Panggung – Sebagian besar dari Anda mungkin asing dengan istilah musik psikedelik. Ya, psikedelik atau dalam Bahasa Inggris disebut psychedelic, berasal dari bahasa Yunani “psyche” atau soul, dan “dilosi” atau manifest. Secara harfiah kemudian dijabarkan menjadi manifestasi jiwa-jiwa manusia.

Pada dasarnya, psikedelik berasal dari pengetahuan, pemahaman, dan pengalaman terhadap sesuatu yang tanpa disadari. Ketidaksadaran atas sesuatu tersebut sebenarnya ada, namun terbelenggu berbagai hal seperti norma, adat, agama, dan logika yang seringkali mengikat. Psikedelik kemudian menciptakan ruang kreatif yang luas dan membebaskan, serta menjadi bentuk perlawanan atas imajinasi yang terkekang.

Musik psikedelik disebut-sebut sebagai respon dari fenomena budaya di Amerika dan Inggris yang dituangkan dalam bahasa musical. Dikenal pada akhir 60-an, Musik Psikedelik terus exist dan berkembang dalam beberapa sub genre seperti Folk Psikedelik, Rock Psikedelik, Trance, New Wave, Glam Rock, dan masih banyak lagi.

Ciri dari Musik Psikedelik adalah bersifat kompleks. Irama dan ritmenya seperti meloncat-loncat. Memuat lirik-lirik yang cenderung aneh, eksotik, dan banyak terpengaruh karya-karya sastra. Sound gitar biasa didominasi raungan dan efek feedback. Yang paling mencolok, musisi dengan musik psikedelik akan lebih sering memainkan instrument secara solo dengan eksplorasi yang luar biasa.

Musik psikedelik sangat dekat dengan genre rock dan blues. Namun, band dengan musik psikedelik justru lebih memilih bermain aman dengan bergeser ke progressive seperti halnya Pink Floyd. Sayangnya, musik psikedelik dianggap lekat dengan zat adiktif dan psikotropika, baik musisi maupun pendengarnya.

Berikut adalah beberapa grup musik yang mengusung genre psikedelik, diantaranya:

Jefferson Airplane

Adalah grup asal Amerika yang disebut-sebut sebagai pionir musik psikedelik. Lahir di California pada 1965, Jefferson Airplane mantap mengusung musik psikedelik dan merilis album ‘Surrealistic Pillow’. Dua lagu dari album tersebut ‘Somebody to Love’ dan ‘White Rabbit’ tercacat sebagai 500 lagu terbaik sepanjang masa versi majalah Rolling Stone.

The Doors

Dibentuk tahun 1965 di Los Angeles, The Doors digawangi oleh Ray Manzarek (keyboard), John Densmore (drum), Robby Krieger (gitar) dan Jim Morrison (vokal). Musik surealis dengan lirik puitis khas jadi trademark karya mereka. Aksi panggung gila sekaligus liar sudah biasa ditampilkan sang vokalis nyetrik, Jim Morrison. Sayangnya, Morrison meninggal karena overdosis pada 3 Juli 1971.

Led Zeppelin

Grup yang dibentuk pada September 1968 ini jelas mengusung musik psikedelik di awal kemunculannya. Digawangi Jimmy Page, Robert Plant, John Paul Jones, dan John Bonham, belasan album sukses di rilis Led Zeppelin. Hingga akhirnya, John Bonham, penggebuk drum meninggal dan Led Zeppelin pun bubar.

Jimi Hendrix

Bicara musik psikedelik maka sampailah pada nama Jimi Hendrix. Jimi Hendrix biasa tampil bersama bandnya, The Jimi Hendrix Experience yang dibentuk pada 1966 di Inggris. Namun, Jimi Hendrix memang lebih dikenal daripada kedua rekannya di band. Pria asal Amerika ini memang jenius ketika memainkan gitar elektriknya. Majalah Rolling Stone pun menobatkannya sebagai gitaris terbaik dunia hingga sekarang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *