Apple Diminta untuk Tinggalkan Kelompok ‘Anti Artis’

 

Compusiciannews.com -Isu Terkini- Koalisi MusicFirst beberapa hari yang lalu memanggil perusahaan teknologi besar Apple untuk mengakhiri afiliasinya dengan kelompok dagang musik digital yang melawan undang-undang yang didukung artis dan label rekaman.

Surat ini ditulis oleh pimpinan MusicFirst Ted Kalo yang merupakan pengembangan terbaru dalam peperangan antara artis dan label rekaman serta lawan dari Fair Play Fair Pay Act. MusicFirst merupakan koalisi yang menyertakan Recording Academy, Recording Association of America dan kelompok dagang lain yang mewakili artis, musisi dan label rekaman.

Koalisi ini sebelumnya adalah sentral ke pengajuan dari Fair Play Fair Pay Act yang mengajukan untuk membuat royalti penampilan jangka panjang untuk siaran radio, selain itu juga membuat kerangka kerja untuk meningkatkan royalti digital untuk para artis dan label.

Beberapa lawan dari undang-undang itu, dipimpin oleh National Asscociation of Broadcaster yang telah membentuk kelompok advocacy mereka sendiri yang disebut Music Industry Coalition atau MIC. Diantara anggota MIC merupakan Digital Music Association. Meskipun Apple tidak didaftar sebagai anggota dari MIC, MIC masih merupakan anggota dari kelompok musik digital yang juga menyertakan Amazon, Microsoft, Pandora dan YouTube.

Kalo memuji Apple dalam mendukung artis dengan mengutip keputusan perusahaan untuk membalikan kebijakan inisialnya dan membayar label indie dan artis saat lagu-lagu mereka distreamingkan saat peluncuran  layanan musik streaming Apple Music.

“Pada dasarnya, (Digital Music Association) merupakan suara untuk raksasa-raksasa anti artis yang paling agresif, seperti Google dan Pandora, yang telah mencoba setiap skema gila untuk menghancurkan para pembuat musik,” Kalo berkata dalam suratnya.

Royalti untuk pemutaran lagu di siaran radio untuk artis dan label adalah dasar dari undang-undang Fair Play Fair Pay Act. Saat sebuah lagu dimainkan di siaran radio, hukum hak cipta federal memerlukan royalti untuk dibayar ke penulis lagu dan pemilik hak cipta. Namun, Amerika Serikat merupakan negara maju di dunia yang tidak memerlukan lembaga penyiaran untuk membayar royalti performance kepada artis dan label.

Dan karena itulah Kalo meminta Apple untuk meninggalkan Digital Music Association dan mengakhiri asosiasinya juga dengan MIC.  Dalam hal ini, Apple tidak bisa langsung berkomentar dan MIC juga berkata belum dapat merespon surat dari Kalo namun ditambahkan bahwa koalisis ini terdiri dari kelompok dagang bukan korporasi individu. MIC belum mengambil sikap resmi terhadap perundang-undangan ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *