Apple Music Resmi Diluncurkan, Para Kritikus Angkat Bicara

 

Compusiciannews.com -Isu Terkini- Apple telah merilis sistem platformnya yang baru iOS 8.4 pada haris Selasa (30/06) lalu dan bersamaan dengan perilisan layanan musik streaming Apple Music yang ditunggu-tunggu.

Para pengguna mungkin bingung: Apa yang membuat Apple Music  lebih baik atau berbeda dari layanan streaming lainnya, seperti Spotify, Rdio dan Google Music? Apple Music memiliki masa percobaan gratis (Free Trial) untuk menggabarkannya, namun hingga sekarang, para kritikus sedang berspekulasi apakah Apple Music dapat berkompetisi dengan model “Freemium” Spotify dan dapat sangat berbeda dengan layanan lainnya.

Berikut ini beberapa kritik:

“Layanan streaming bukanlah sekedar jukebox. Strategi Apple untuk menggabungkan nada yang dapat anda nikmati dengan software yang mengamati musik apa yang anda mainkan dan juga saat anda sedang memainkannya,” Kritikus Geoffrey A. Fowler dari Wall Street Journal berkata. “Puncaknya, para manusia yakni musisi dan DJ merekomendasikan pilihan-pilhan mereka melalui stasiun radio seperti Beats 1, yang dapat anda tambahkan ke koleksi anda sendiri. Dan rekomendasi Apple Music untuk pertama kali tidak begitu keren buat saya.”

Kritikus Gorden Kelly dari majalah Forbes menulis “Apple belum secara detail menjelaskan bagaimana Apple Music ini berjalan secara offline dan kualitas track audio-nya hanya mencapai 256kbps, masih lebih tinggi Spotify dan Google Music yaitu sebesar 320kbps. Jadi menurut saya Apple Music belum cukup menjadi sebuah revolusioner yang mengguncang namun ini adalah awal daya tarik yang bagus dan dengan potensi pemasaran dibelakangnya, aplikasi ini nantinya akan menjadi layanan musik streaming yang paling high-profile.”

“Dengan membandingkan layanan streaming lainnya, terdapat jumlah besar dari hal-hal yang ada di Apple Music, seperti : Memilih editor musik sendiri yang dapat membuat playlist berdasarkan kegiatan yang sedang anda lakukan dan keadaan yang anda alami, semisal sedang ‘berlibur’ atau sedang dalam keadaaan ‘putus cinta.’ Terdapat juga fitur yang memperkenalkan band pendatang baru yang menjelaskan tentang profil band baru itu dalam sebuah kata-kata dan masih banyak lagi. Meskipun tidak jauh berbeda dengan apa yang Spotify tawarkan namun yang menjadi kekuatan dari Apple Music ini adalah lebih mudah mencari-cari dari layar smartphone anda dengan musik.”

Roman Loyola dari Macworld memberikan pengguna tips mengenai bagaimana memberhentikan Apple Music memberikan tagihan kepada anda saat masa Free Trial berakhir. “Apple memberikan anda 3 bulan Free Trial untuk mencoba Apple Music. Setelah itu, anda harus membayar US$ 10 per bulan seperti Apple Music. Anda tidak perlu melakukan apapun setelah trial; kartu kredit anda akan ditagih secara otomatis dengan akun iTunes anda. Apa yang anda lakukan jika anda tidak menginginkan keanggotaan Apple Music? Anda tidak dapat mengakiri masa Free Trial, namun anda dapat mencegah Apple Music dari tagihan otomatis saat masa Free Trial berakhir.”

Dari beberapa kritik yang dilontarkan oleh para kritius dari media ternama, bisa disimpulkan bahwa untuk saat ini Apple Music belum dapat meberikan sesuatu perbedaan yang mencolok seperti yang diprediksikan, namun dengan melihat potensi dan daya tarik dari layanan Apple Music ini, bisa dikatakan kemajuan Apple Music bisa lebih signifikan, apalagi untuk pertama rilis, Apple sudah menawarkan 100.000 lagu dengan konten eksklusif dari album milik Taylor Swift ‘1989’ yang tidak distreamingkan di layanan streaming lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *