Belajar Improvisasi Dalam Musik Jazz

CompusicianNews.com -Keyboard Arranger- Musik Jazz sangat sarat dengan improvisasi. Belajar improvisasi menjadi nyawa dalam belajar musik jazz. Berbeda dengan membaca partitur, improvisasi membutuhkan pendekatan mengajar yang berbeda.  Ada beberapa dasar-dasar yang harus dipahami dalam mengajarkan improvisasi:

1.  Improvisasi berbeda dengan “asal bunyi”

Meskipun kelihatannya hanya “asal-asalan” improvisasi tetap ada konteks yang diikuti. Konteks yang umum di pegang adalah chord progression dan style.  Dengan mengerti perubahan-perubahan harmoni maka improvisation akan semakin kaya sekaligus tetap dalam batasan “seni” yang bisa dinikmati.

Demikian juga dalam mengerti gaya-gaya yang berbeda, improvisasi akan semakin cantik dan pas.  Sebagai misal, improvisasi dalam smooth jazz, seharusnya berbeda dalam bebop maupun gaya blues New Orleans.  Ada soul-nya masing-masing yang harus di dapat dalam improvisasi.

2. Berlatih Frasa, Jangan Hanya Kata dalam Improvisasi

Pemula-pemula selalu menekankan teknik, terutama kecepatan dan scale dalam berimprovisasi. Biarpun kedua hal tersebut diperlukan, tapi sebenarnya yang paling penting adalah berlatih membuat frasa-frasa dalam sebuah progresi lagu.

Untuk berlatih frasa ini, pemula bisa belajar apa yang disebut “licks”  yaitu common phrase yang biasa digunakan oleh para senior.  Masing-masing expert akan memiliki licks-nya masing-masing.  

Misanya Bubi Chen akan berbeda dengan Indra Lesmana atau Andi Wirantono.  Meskipun demikan mungkin ketika memainkan bebop mereka akan sangat terpengaruh Bud Powell, ataupun Charlie Parker sebagai orang-orang awal di jenis musik ini.

Disinilah musikalitas akan terbentuk.  Dengan berinteraksi dengan berbagai jenis gaya dan personalitas, maka diharapkan pemula akan menemukan gaya dan frasa-frasanya sendiri.

3. Jam Session, Cara Mengembangkan Improvisasi

Keberanian untuk improvisasi tidak timbul secara natural.  Harus dilatih.  Jam session atau sesi improvisasi dengan bermain bersama harus menjadi kebiasaan pemain-pemain yang mau belajar musik jazz dengan baik.

Kemajuan teknologi memberikan kita alternatif dengan “play along” software atau CD untuk kita berjam session dengan recorded artist.  Tapi tetap tidak akan bisa menggantikan live jam session dalam memunculkan energi bermain musik.

Bagi guru ataupun murid yang sedang belajar musik jazz harus mengerti bahwa music is a language by itself, hanya dengan berkomunikasi bahasa bisa diajarkan dan dimengerti.  Tidak hanya belajar grammar dan kosa kata.  Tapi belajar berkomunikasi.  

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belajar Improvisasi Dalam Musik Jazz

 

CompusicianNews.com -Keyboard Arranger- Musik Jazz sangat sarat dengan improvisasi. Belajar improvisasi menjadi nyawa dalam belajar musik jazz. Berbeda dengan membaca partitur, improvisasi membutuhkan pendekatan mengajar yang berbeda.  Ada beberapa dasar-dasar yang harus dipahami dalam mengajarkan improvisasi:

1.  Improvisasi berbeda dengan “asal bunyi”

Meskipun kelihatannya hanya “asal-asalan” improvisasi tetap ada konteks yang diikuti. Konteks yang umum di pegang adalah chord progression dan style.  Dengan mengerti perubahan-perubahan harmoni maka improvisation akan semakin kaya sekaligus tetap dalam batasan “seni” yang bisa dinikmati.

Demikian juga dalam mengerti gaya-gaya yang berbeda, improvisasi akan semakin cantik dan pas.  Sebagai misal, improvisasi dalam smooth jazz, seharusnya berbeda dalam bebop maupun gaya blues New Orleans.  Ada soul-nya masing-masing yang harus di dapat dalam improvisasi.

2. Berlatih Frasa, Jangan Hanya Kata dalam Improvisasi

Pemula-pemula selalu menekankan teknik, terutama kecepatan dan scale dalam berimprovisasi. Biarpun kedua hal tersebut diperlukan, tapi sebenarnya yang paling penting adalah berlatih membuat frasa-frasa dalam sebuah progresi lagu.

Untuk berlatih frasa ini, pemula bisa belajar apa yang disebut “licks”  yaitu common phrase yang biasa digunakan oleh para senior.  Masing-masing expert akan memiliki licks-nya masing-masing.  

Misanya Bubi Chen akan berbeda dengan Indra Lesmana atau Andi Wirantono.  Meskipun demikan mungkin ketika memainkan bebop mereka akan sangat terpengaruh Bud Powell, ataupun Charlie Parker sebagai orang-orang awal di jenis musik ini.

Disinilah musikalitas akan terbentuk.  Dengan berinteraksi dengan berbagai jenis gaya dan personalitas, maka diharapkan pemula akan menemukan gaya dan frasa-frasanya sendiri.

3. Jam Session, Cara Mengembangkan Improvisasi

Keberanian untuk improvisasi tidak timbul secara natural.  Harus dilatih.  Jam session atau sesi improvisasi dengan bermain bersama harus menjadi kebiasaan pemain-pemain yang mau belajar musik jazz dengan baik.

Kemajuan teknologi memberikan kita alternatif dengan “play along” software atau CD untuk kita berjam session dengan recorded artist.  Tapi tetap tidak akan bisa menggantikan live jam session dalam memunculkan energi bermain musik.

Bagi guru ataupun murid yang sedang belajar musik jazz harus mengerti bahwa music is a language by itself, hanya dengan berkomunikasi bahasa bisa diajarkan dan dimengerti.  Tidak hanya belajar grammar dan kosa kata.  Tapi belajar berkomunikasi.  

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *