Belajar Movie Scoring Bersama Giacchino

 

Compusiciannews.com – Film – Seorang ahli movie scoring, Michael Giacchino telah menghabiskan sepanjang hidupnya untuk bidang ini. Mulai dari film animasi Ratatoulle, Speed Racer, Star Trek, hingga Up, suara orchestra yang dia buat dalam film-film yang kebanyakan animasi itu bukan hanya sekedar respon logis pada gambar.

Film-film ini merupakan kumpulan musisi dari beragam jenis genre musik, dan saat Giachino memulai menunjukan notasi yang akan dia susun scoringnya ke film-film animasi lain seperti The Incredible, dia akan merekam  dengan kesungguhannya untuk film dan membiarkan musik itu berpadu. Media online, Vulture berbicara pada Giacchino mengenai insting, inspirasi dan instrumental yang membantu dia menemukan suara dari karya fitur filmnya. Bagaimana dia tau bahwa aransemen akan bekerja baik? Mari kita simak setiap alur kerjanya di setiap film yang ia kerjakan scoringnya:

“Married Life” dari Up

Pelajaran: Ulangi, Ulangi, Ulangi.

Giacchino telah memenangkan Oscar berkat film animasi produksi Pixar ini, berkat semua pihak atas sekuens pembukaan film selama 4 menit, yang menggambarkan pernikahan Carl Fredericksen dan istrinya, Ellie. Merupakan sesuatu yang membutuhkan proses yang lama bagi komposer.

Yang harus anda lakukan adalah menghabiskan waktu untuk dengan merayakan kehidupan pasangan ini,” katanya. “Tapi setelah melakukan demikian, anda akan membuat banyak orang sedih saat hal yang tak bisa terhindarkan terjadi. Sehingga, ini merupakan masalah membuat ide dan tema yang terus datang dalam cara yang berbeda.” Kuncinya adalah mengulang melodi terus menerus, setiap waktu mengubah orchestra dan kuncinya untuk menggemakan melodi secara berulang-ulangm. Dan saat masuk bagian akhir, dimana cerita diakhiri dengan pemakaman Ellie, musiknya berjalan pelan dengan alunan piano.

 

“Letting Go” dari Super 8

Pelajaran: Lakukan secara berlawanan dari apa yang ‘seharusnya’ anda  lakukan

Aku ingat, J.J (rekan sekerjanya) dan aku keduanya duduk pada saat proses scoring dan kemudian berkata, ‘percayakah bahwa kita sekarang berada di tempat yang sama dengan Steven Spielberg?!” Dengan bekerja sama dalam film Amblin, dalam langkah kaki komposer Spielberg, John Williams, merupakan mimpi yang menjadi kenyataan untuk Giacchino. Tapi dia berkomitmen untuk melakukan scoring film dengan suaranya sendiri.

Dengan mengambil akhir dari film “Letting Go,” yang memainkan alien yang masuk kedalam pesawat dan loket dari beckon sang pahlawan kecil yang berisi foto mendiang ibunya. Padahal Williams di tahun 80an tampil dengan symphonic orchestra, Giacchino memilih efek yang berlawanan. “Buat saya, saat (Locket) memulai untuk terbang, scoringnya sudah dibuat setenang mungkin,” dia berkata. “Jika anda berurusan dengan seseorang yang melewati masa-masa sulit, anda tidak akan duduk saja disana dan meneriaki mereka dan menanyakan kabar mereka. Anda akan setenang mungkin dan berbicara kepada mereka serta mencari jalan untuk memecahkan masalah mereka. Dan menurut saya, seharusnya alur musik itu sejalur dengan perumpamaan ini.”

Giacchino memanggil Williams dan kemudian mereka bekerja sama untuk projek versi baru Star Tours, tapi dia masih seorang pemuja Wiliams karena itu dia tidak mau mengerjakan film-film yang menyertakan John Williams sebagai movie scorer karena itu bukan bagiannya.

 

“That New Car Smell” dari Star Trek

Pelajaran: Ketahuilah saat anda akan keluar dari gaya anda

Lebih dari tematik sembarang sebulumnya, proses reboot pada suara Star Trek menyiksa Giacchino. “hal ini merupakan hal yang sulit untuk dilakukan, karena dalam permulaannya, aku mencoba untuk memenuhi aturan mengenai bagaimana musik dalam film Star Trek itu dibuat,” dia berkata. “Semua yang aku tulis terdengar lalai, dan apa yang akan diharapkan dari film seperti itu.” Setelah beberapa perundingan, penulis Damon Lindelof akhirnya memberikan suatu nasehat bijak “Bagaimana jika kau melupakan kalau kita sedang membuat film Star Trek dan mulai menulis scoring untuk film yang menceritakan 2 sahabat yang dipertemukan?”

Giacchino membuat scoring berbasis suatu hubungan dengan mencerminkan tempat di luar angkasa dengan melodi gesek Cina, yang terdengar dalam “That New Car Smell.” “Saya ingin sesuatu yang berbau ketimuran yang memainkan suara barat,” kata Giacchino.

 

“The Fight For Helium” dari John Carter.

Pelajaran: Orang-orang masih mengiginkan suatu Melodi, berikanlah.

Giacchino berniat dengan tanpa malu mengambil score dari orang-orang hebat seperti Maurice Jarre (Lawrence of Arabia, Doctor Zhivago) yang dimasukan kedalam scoring film John Carter. Dengan “The Flight for Helium,” Giacchino membuat sebuah melodi yang layak untuk sebuah karakter film pulp fiction.

 

“100 Mile Dash” dari The Incredibles

Pelajaran: Jangan takut untuk menjiplak sedikit karya orang lain

“Ide untuk memperoleh ‘feel’ dari era pembuatan film yang sudah hilang,” Kata Giacchino. “jaman dimana musik orchestra jazz sering dibuat: Henry Mancini, John Barry, dan orang lain telah melakukannya dengan brilian pada era 0-70an. Kemudian, lambat laun, budaya seperti ini hilang dari gaya hidup atau model.” Para komposer tahu dengan tepat apa yang director Brad Bird cari saat “film-film James Bond yang lama” masuk dalam sebuah percakapan. Perlu ada instrumen yang heroic dan berani. Untuk melengkapi suara fundamental dalam “gaun jazz” Giacchino mengubah karya Flinstone dan Johnny Quest.

 

“There’s no place like home” dari Lost

Lesson: Bergerak cepat

“Film Lost ini mengajarkan saya untuk bekerja cepat, dan tidak terlalu banyak berpikir, berani dan menyelesaikan pekerjaan se-efisien dan se-efektif atau selayak mungkin,” kata Giacchino. Dalam pengerjaannya di film Lost, dia tidak berdiskusi mengenai ide-ide musik dengan rekannya JJ ataupun kru-kru film lainnya karena waktunya tidak cukup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *