Bengawan Solo Versi Italia

 

CompusicianNews.com -Panggung- Rabu malam (24/9), suasana gedung Usmar Ismail, Jakarta, terlihat sangat meriah. Tidak lain karena kehadiran seorang gitaris Italia, Francesco Buzzuro (44) yang malam itu berhasil menghiptonis penonton dengan membawakan sedikitnya 11 karya pokok yang tertera pada program, serta ditambah encore (tambahan) berupa beberapa lagu aransemen dan gubahan dari soundtrack film. Buzzuro juga tak segan-segan mengajak pentonton bertepuk-tangan dan bernyanyi. “Ini bukan konser gitar klasik, jadi silakan bertepuk-tangan kapan saja,” ujarnya.

Buzzuro mulai bermain gitar di usia kanak-kanak, tepatnya umur 6 tahun. Ayahnya memberi hadiah berupa gitar dan mengajarinya untuk pertama-kali. Kecintaan Buzzuro pada gitar semakin dalam, ia lantas melanjutkan pendidikan di Conservatorio Bellini di Palermo, dan kemudian melanjutkan studinya lebih serius lagi kepada Aldo Minella dan Oscar Ghiglia. Dalam karir selanjutnya ia pun banyak berkolaborasi dalam berbagai konser besar yang bersama David Russel, Alberto Ponce, Hopkinson Smith, dan John Duarte. Selama ini “nyawa” Buzzuro berada di antara tiga genre utama, yang sekaligus sebagai influence-nya dalam bermain gitar, yaitu bossanova, musik etnik, dan latin jazz.

“Saya sudah bermain gitar di usia yang masih sangat muda dan telah konser dimana-mana. Sekarang usia saya 44 tahun, tetapi baru pertama-kali ini saya ke Asia, ke Indonesia,” ungkapnya malam itu dengan disambut tepuk-tangan 400-an penonton yang memadati gedung yang merupakan area Pusat Perfilman itu. Buzzuro lantas memainkan lagu aransemen yang mengejutkan penonton. “Lagu yang akan saya bawakan ini baru saya aransemen tadi pagi, semoga kalian semua menikmati.” Bengawan Solo versi Buzzuro pun mengalun, dan penonton ikut bernyanyi bersama.

Konser yang merupakan gagasan dari Instituto Italiano di Cultura Jakarta ini memiliki tajuk “The Explorer” atau Penjelajah. Ya, memang benar, keseluruhan program konser yang dibawakan Buzzuro warga Sicily ini memang terdiri dari gubahan banyak gaya dari berbagai Negara, yaitu Italy, Spain, Argentina, Brazil, Mexico, USA, Russia, Asia, dan Greece. Buzzuro memang piawai, baik secara skill, aransemen, maupun penampilan—dan yang lebih istimewa lagi adalah energinya yang stabil ketika tampil di atas panggung, mempertahankan grafik emosi dengan penuh semangat. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *