Budaya Populer Penentu Pilpres 2014

 

CompusicianNews.com -Sosial Budaya- Pemilihan presiden 2014 menjadi sangat emosional dan fenomenal karena pertarungan dua kubu memaksa masing-masing menggunakan senjata-senjata terampuhnya.  Akibatnya naiknya kampanye hitam dan/atau negatif yang melanda negeri yang katanya cinta damai ini. 

Tidak ketinggalan dunia musik pun gonjang-ganjing karena pentolan-pentolannya masing-masing memiliki jagoannya sendiri.  Yang paling terlihat adalah Slank vs Ahmad Dhani dan juga Rhoma Irama. Masing-masing membuatkan lagu untuk jagoannnya.  Dan harus diakui, lagu “Salam 2 Jari” lebih orisinil dan mengena dari lagu-lagu yang lain.  Bahkan dalam pembuatan klip yang sangat natural mampu “bercerita” lebih banyak ke masyarakt tentang Jokowi-JK.

Disini terlihat sekali bahwa budaya populer atau yang disebut pop culture yang diwakili anak-anak muda yang ngefans ke musisi-musisi ini sangat mempengaruhi hasil pilpres 2014.  Hal ini harus diamati para pemerhati sosial budaya Indonesia.  Bangsa ini tidak bisa lagi hanya mempelajari dan berteriak-teriak soal “akar budaya” Indonesia seperti budaya jawa, madura, sunda, ntt, papua dsb.  Harus mulai diperhatikan dan dintegraikan dalam pendidikan nasional persoalan budaya populer kita.

Perkembangan teknologi khususnya media sosial mempercepat terbentuknya budaya populuer baru dikalangan anak-anak muda Indonesia.  10 tahun lagi, bonus demografi akan menjadi chaos yang luar biasa bagi bangsa ini apabila kita tidak menyiapkan budaya populer generasi baru Indonesia lebih baik..

Musik-musik yang lebih mendidik.  Film,sinteron, dan iklan yang lebih ideologis.  Dan jangan lupa contoh perilaku dari para artis, musisi, dan pelaku kreatif untuk anak-anak muda kita sangat penting. Budaya pragmatis, apatis, dan anti mainstream yang berakar kepada posmodernime harus mulai diperangi sampai lahirnya generasi nasionalis yang partisipatif dan sekaligus pancasilais.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *