Denny Sakrie Berpulang, Quo Vadis Jurnalisme Musik

 

Compusiciannews.com – Isu Terkini – Denny Sakrie, salah seorang penulis dan pengamat musik langka di Indonesia berpulang secara mendadak. Pengamat musik yang di yakini memiliki “database musik Indonsia” yang mumpuni ini terkena serangan jantung di hari ke-3 tahun 2015 ini.  Dunia musik pun berduka.

Kepergian Danny Sakrie di umur yang ke 51 ini membuat dunia musik bukan hanya terhentak, tapi juga menjadi berfikir, kemana akan dibawa jurnalistik musik Indonesia.

Menjadi jurnalis yang tajam dalam melihat sebuah peristiwa bukanlah hal yang mudah, apalagi menjadi jurnalis khusus musik.  Danny Sakrie mampu memiliki keduanya.  Dia Jurnalis yang mampu memiliki pengetahuan musik yang cukup untuk melakukan telaah dan analisis sebuah karya maupun sosok.

Dari blog pribadi Danny (https://dennysakrie63.wordpress.com/), tulisan-tulisannya mengalir memberikan air sejuk kepada dunia musik yang sedang pacaklik informasi yang “berdaging”.   tiga tulisan Danny yang terakhir di 2015 pun masih memperlihatkan betapa mumpuninya seorang Danny.

1. Selamat Ulang Tahun Fariz RM

2. Majalah Gitar Zaman Dulu

3. Viynl Countdown  (Sumber)

Kepergian Danny adalah sebuah alarm bagi jurnalisme musik untuk segera berbenah sehingga mampu melahirkan Danny-Danny yang lain.  Tanpa adanya jurnalisme musik yang berbobot, maka kualitas musik Indonesia juga akan ikut menurun.  Jurnalisme musik yang benar bisa berfungsi sebagai filter, apresiator, sekaligus dokumentasi musik Indonesia.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *