Dari Masa ke Masa, Ini Kilas Balik Perkembangan Pemutar Musik

 

Compusiciannews.com – Studio – Musik memang selalu berkembang, dari masa ke masa. Selain jenis alat musik, aliran-aliran musik, pemutar musik pun berkembang dari masa ke masa. Musik dulu dipergunakan untuk mengiringi seni pertunjukan, ibadah, maupun hiburan. Saat ini, musik pun sudah dipergunakan sebagai penyemarak film, bahkan pengisi video game. Aliran musik pun berkembang, mulai dari musik tradisional, hingga musik yang sifatnya mendobrak tradisi, seperti perkembangan blues pada masanya.

Selain itu, ada hal lain yang sangat menarik untuk dipelajari dari musik. Ya, hal itu adalah alat yang digunakan untuk memutarnya. Saat ini, musik memang lebih banyak didengarkan melalui handphone maupun smart phone. Sebelumnya, kita mungkin lebih sering mendengarnya lewat radio. Namun, pernahkah kamu membayangkan perkembangan pemutar musik jauh sebelum itu? Ternyata, sebelum itu, musik didengarkan melalui banyak media, yang mungkin sudah tidak pernah dikenal lagi oleh pendengar masa kini. Nah, apa saja pemutar musik pada masa lalu, dan perkembangannya hingga kini? Mari kita lihat daftar berikut ini!

Pada 1877 fonograf adalah alat pemutar musik yang paling popular. Fonograf adalah alat pemutar musik yang dikembangan oleh Thomas Edison dari Leon Scott de Martinville pada 1857. Setelah dikembangkan oleh Edison, fonograf kemudian mulai dijual secara komersil pada 1890-1925.  Pada 1887, gramafon ditemukan. Gramafon ditemukan oleh Emili Berliner dan merupakan alat pemutar musik yang menggunakan piringan untuk perekam. Setelah direvisi oleh Eldrige Johnson pada 1896, dengan menambahkan tuas penggerak supaya lebih mudah digunakan, gramafon semakin dikenal lebih luas.

Pada 1954, radio transistor mulai diperkenalkan, dan segera menjadi alat pemutar musik yang sangat terkenal. Berkat kehadirannya, keberadaan piringan hitam yang mudah ditemukan pada 1970an, mulai digantikan oleh kaset pita yang diperkenalkan oleh Philips pada 1963.Radio transistor sangat popular karena cenderung lebih mudah dibawa ke mana-mana daripada alat-alat pemutar musik pendahulunya.

Pada 1979, mulai muncul radio portable yang lebih handy daripada versi pendahulunya. Kelebihan lain adalah pendengar bisa mendengarkannya melalui earphone, yaitu Walkman yang diperkenalkan oleh Sony. Sejak tahun 1983 dan 1984, keberadaan radio portable yang sudah mapan, diancam keberadaannya oleh teknologi CD (Compact Disk). CD yang merupakan alat pemutar musik CD portable diperkenalkan oleh Discman.

Pada era 2000an, lagu dengan format mp3 mulai digunakan dan segera menjadi popular bagi kalangan pecinta musik. Sebagai pemutar format mp3, terdapat alat yang bernama MPMan yang merupakan spesialis pemutar musik berformat mp3. MPM dibuat oleh SaeHan Information System, perusahaan asal Korea Selatan. Sejak saat itu, mulai muncul produk Apple, yaitu iPod popler sebagai alat pemutar musik digital. Sejak saat itu, alat pemutar musik digital menguasai pasar sampai saat ini.

Saat ini, pecinta musik dimanjakan dengan kemudahan yang ditawarkan era digital. Pendengar bisa langsung mendengarkan musik dari ponselnya melalui aplikasi pemutar musik di dalamnya, maupun bisa mendengarkan langsung melalui fasilitas streaming. Jika sebelumnya pengguna sering bermasalah dengan kapasitas penyimpanan yang tidak terlalu besar untuk menyimpan lagu, handphone maupun smartphone saat ini sudah dilengkapi dengan memori super. Bahkan, jika pengguna tidak ingin menyimpan lagu, mereka pun bisa menikmati fasilitas streaming di situs penyedia, seperti Spotify atau Youtube. Tentu, harus tetap mempertimbangkan jumlah kuota yang diperlukan untuk mengakses situs-situs tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *