Du-Touch, Alat Sederhana Untuk Belajar Instrumen

 

CompusicianNews.com –Gadget- Beberapa tahun yang lalu, seorang ahli matematika dan musisi, Jules Hotrique menggabungkan 2 passion ini untuk mengembangkan aransemen baru dari notasi musikal yang disebut prinsip Dualo. Setelah menciptakan sejumlah prototype instrumen keyboard berbasis model geomatrik patennya, dia bergabung dengan engineer komputer dan teman musisi Bruno Verbrugghe untuk membentuk dan mendirikan perusahaan Dualo di tahun 2011. Tahun lalu, perusahaan start-up ini menjual 40 Prototype Keyboard kembar pra-produksi dan sekarang Du-Touch Controller ( untuk instrumen dan MIDI berbasis komputer), synthesizer, multitrack looper/sequencer dan alat-alat pembelajaran  musik telah mulai dipasarkan.

 “Kami bertujuan untuk membangun sebuah instrumen yang portable seperti gitar yang sekuat synthesizer dan yang juga menyertakan beberapa fitur yang didukung oleh musik pada komputer,” Jelas Verbrugghe kepada media Gizmag. “Banyak musisi berkata bahwa ini adalah instrumen baru karena layout key-nya yang bertujuan untuk sesuatu yang berbeda dibanding synthesizer yang berbasis pada keyboard piano. Layout key ini sudah divalidasi oleh ratusan musisi dan guru.”

Verbrugghe berkata bahwa ide utamanya adalah untuk membagi skala kedalam 2 kelompok, masing-masing berisi notasi yang bersuara bagus secara bersamaan. notasi ini diaransemen secara alternatif pada keyboard kiri dan kanan. Notasi pada garis lurus adalah notasi musik untuk yang sebelah kiri, dan notasi dalam ruang disebelah kanan dan sisi lainnya untuk notasi tengah.

 “Karena keyboard kami isometris, warna kord (Mayor 7, contohnya) menjadi unik berbentuk dan tidak berubah-ubah, apapun kunci/keynya (Tonalitas) yang anda mainkan,” Dia menjaelaskan.

 “Bentuknya mudah dipakai karena dibentuk dengan key konsekutif pada keyboard. Konsekuensinya skala itu direpresentasikan oleh 2 bentuk. Satu untuk masing-masing tangan; penjarian skala atau bahkan lagu yang sama apapun kuncinya; memainkan kord sangatlah mudah; teori musik muncul sangat visual dan menjadikannya mudah untuk dipelajari dan dimengerti.”

Fitur du-touch memiliki 116 sensitive key, 3 touch slider dan sejumlah mode atau tombol fungsi. Instrumennya dimainkan atau dikontrol dengan menyentuh hexagonal keynya dengan hanya menyentuh 3 touch slider dan menggerakan instrumennya itu sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dalam mode synth, 112 instrumen dan 4 kit perkusi tersedia, dan dipilih dengan bantuan 2 layar LCD diatasnya. 2 sound dapat dilayer, keyboard dapat dibagi sehingga satu sisi diatur hingga pitch tinggi dan lainnya diset rendah, beberapa notasi dapat ditugaskan ke single key untuk 1 kord finger. Pemain dapat juga mengimport suara mereka sendiri dan melakukan loop atau diulang-ulang. Dan juga dapat menggunakan 8 efek on-board yang dapat diubah, termasuk distorsi, delay, refrain dan reverb.

8 track sequencernya dihubungkan via tombol sirkular didepan, dengan 8 key dari keyboard yang akan digunakan untuk memilih dan menghapus track rekaman. Warna hijau berarti track itu aktif, orange berarti sedang ditunda. Hingga 58 lagu dapat ditulis ke memory on-boardnya, atau disimpan ke komputer yang menjalankan software du-station lewat USB.

 “Kami telah mengembangkan sistem built-in yang menyalakan LED dibawah masing-masing key sehingga anda dapat belajar masing-masing bagian lagu (drum, bass, piano, dll) hanya dengan mengikuti cahanya,” kata Verbrugghe. “Sebagaimana kami melihat alat ini berjalan luar biasa, kami juga sedang mengerjakan video GAME.”

Alat ini dapat bertahan 6-8 jam secara bersamaan dengan menggunakan charge batreynya dan pendiri Dualo berkata “Karena didukung batrey, anda dapat menancapkan headphone anda dan anda dapat memainkan dimana saja tanpa harus menyalakan komputer.” Selain jack headphone dan USB, instrumen ini juga memiliki port output, sebuah MIDI output dan dapat secara nirkabel terhubung ke komputer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *