Gara-gara “Lelaki Kardus”, Tasya Hingga Ria Enes Kembali Kumpul untuk #SaveLaguAnak

 

Compusiciannews.com – Sosial Budaya – Beberapa waktu lalu, masyarakat dihebohkan dengan lagu kontroversial “Lelaki Kardus”. Siapa yang tak pernah mendengar lagu ini? Lagu ini diunggah di media sosial Youtube pada Selasa, 28 Juni 2018 dan segera menjadi viral. Di dalam lagu itu, seorang anak perempuan bernama Nova Rizki Romadhon menyanyikan lagu tentang seorang laki-laki yang meninggalkan istri dan dua anaknya demi menikah lagi. Selain liriknya lebih cocok didengar orang dewasa, di dalamnya juga terkandung banyak umpatan.

“Bapakku kawin lagi, aku ditinggalin. Aku sakit hati, Ibuku diduain. Ibuku minta cerai tapi dipukulin. Bapakku pengkhianat, Ibuku dibohongin. Lelaki kardus, Lelaki karpet,
Lelaki kencr*t, lelaki bangkrut, lelaki menc**t, lelaki karbet, lelaki bang**t,” begitulah penggalan lirik lagu tersebut.

Publik pun merasa geram. Beberapa tokoh publik, termasuk politikus dan pejabat dengan tegas meminta agar video tersebut diblokir. Sang pencipta lagu, atas kesadaran pribadi kemudian menghapus lagu tersebut, meskipun videonya masih bisa ditemukan. Sebab, banyak orang yang sudah mengunduh dan mengunggah ulang video tersebut di berbagai media.

Alasan kemarahan publik memang bealasan. Lagu tersebut dapat didengarkan oleh anak-anak dan dapat memberikan pengaruh buruk terhadap perkembangan psikologis mereka. Di sisi lain, lagu yang memang ditujukan untuk anak-anak memang sangat sedikit jumlahnya. Anak-anak kini lebih mengenal lagu-lagu band yang dinyanyikan oleh orang dewasa daripada lagu yang memang layak didengar oleh mereka.

Hal ini rupanya mengetuk hati seorang mantan penyanyi cilik, Joshua Suherman.  Prihatin, Joshua mengundang teman-temannya, para mantan artis cilik untuk berkumpul.  Di dalam pertemuan itu, hadir Tasya Kamila, Natasha Chairani, Rachel Amanda, Christina Colondam, dan, Ciccio Mannasero. Bahkan, sosok Ria Enes, yang terkenal suka bernyanyi bersama boneka Susan pun hadir.

Sosok-sosok yang rajin menghiasi layar kaca di era 90an, dan lagunya diputar di mana-mana, kini berkumpul bersama. Di dalam pertemuan tersebut, mereka saling bertukar pikiran mengenai kondisi musik anak-anak di tanah air. Memang tidak bisa dipungkiri, saat ini sangat jarang bisa ditemukan lagu anak-anak yang mendidik. Padahal, di era 90an, anak-anak dibanjiri dengan lagu-lagu anak-anak yang bagus dan mendidik. Nah, kira-kira apakah hasil pertemuan mereka?

Mungkinkah akan ada gebrakan yang mereka lakukan? Barangkali, mereka akan membuat album untuk anak-anak Indonesia di masa sekarang? Atau mungkin, akan melakukan gerakan lainnya? Sebagai orang-orang yang peduli terhadap dunia musik anak-anak, hal itu sangat mungkin dilakukan. Apalagi salah satu yang hadir di dalam pertemuan itu, Ria Enes adalah orang yang terkenal sangat peduli dengan pendidikan anak-anak. Tidak sabar menunggu aksi #SaveLaguAnak yang akan mereka lakukan? Well, kita tunggu saja apakah gebrakan mereka selanjutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *