Glass Harmonica, Alat Musik Yang Bikin Gila!

 

 

CompusicianNews.com – Sains – Di akhir film Augush Rush, ditampilkan bagaimana si pemeran utama memainkan deretan gelas wine sehingga menghasilkan nada-nada yang apik. Inilah yang kemudian menginspirasi Benjamin Franklin pada sekitar tahun 1700-an.

Glass Harmonica atau Armonica adalah alat musik putar yang terbuat dari mangkuk-mangkuk kaca dan dimainkan dengan ujung jari. Glass Harmonica memang tidak terlihat seperti harmonika. Pasalnya, semua instrument yang dimainkan dengan cara menggosok kaca akan disebut ‘glass harmonica’.

Walaupun pada sekitar abad 18 orang percaya bahwa memainkan alat musik ini hanya akan membuat gila, Mozard, Beethoven, hingga Strauss, pernah menulis karya untuk harmonika kaca. Seorang musikolog asal Jerman, Friedrich Rochlitz, pun menyebutkan bahwa alat musik ini bisa merangsang saraf secara berlebihan.

Meskipun jarang digunakan karena sifatnya yang rapuh dan harus dibuat dengan biaya tinggi, alat ini tetap saja pernah digunakan dalam pertunjukan. Bjork, Robyn Hitchcock, hingga Korn pernah tampil dengan alat musik unik ini.

Glass Harmonica terbuat dari 37 gelas dengan mangkuk-mangkuk yang berbeda ukuran. Gelas-gelas tersebut berulir pada sebuah spindle besi yang bisa diputar dengan pedal kaki, seperti roda berputar. Sentuhan ujung jari pada pinggiran gelas yang sudah diolesi air dan kapur akan menghasilkan suara yang indah. Mangkuk gelas diberi warna sebagai kode nada, ungu untuk B dan oranye untuk D.

Secara ilmiah dijelaskan bahwa nada yang dihasilkan glass harmonica sangat membingungkan. Suara diatas 4000 hertz yang dihasilkan di luar jangkauan telinga, sedangkan otak tidak bisa menganalisa suara di bawah 1000 hertz, apakah dari telinga kanan atau kiri. Alat musik ini biasa menghasilan suara pada range 1000 – 4000 heartz sehingga menipu otak dan membuatnya tidak bisa yakin dimana dan bagaimana suara berasal.

Franklin memang terinspirasi oleh musisi Inggris pertama yang memainkan susunan gelas wine yang diisi air, Georgian London. Namun, eksperimen dengan air tak membuatnya berhasil. Franklin pun memposisikan mangkuk gelas secara horizontal sehingga alat ini bisa dimainkan layaknya piano.

Alat ini menjadi sangat klasik dan unik. Suara bising yang keluar dari kaca terdengar aneh sekaligus indah. Uniknya lagi, alat musik ini sempat dibuatkan film oleh sutradara Russia, Andrei Khrjanovsky. Punahnya alat musik ini menjadi sebuah alegori bahwa kreativitas klasik tingkat tinggi dan populasinya bisa demikian tergusur produk kapital. Bahkan, hal hal ini bisa terjadi di negara komunis sekalipun. Sayangnya, film yang dibuat pada 1968 tersebut langsung dilarang tayang oleh Russia ketika itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *