Jadi Ancaman Besar, Apple Berada Dalam Pengawasan Dewan Dagang AS

 

Compusiciannews.com -Industri- Operasi konten dan media dari Apple sekali lagi berada dibawah pengawasan Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat yang mempelajari klaim bahwa kebijakan App Store secara tidak legal mencekik kompetisi dalam pasar streaming musik, laporan ini diluncurkan pada hari Jumat (10/07) yang lalu.

Dengan mengutip sumber industri, Reuters melaporakan dimana pemerintah secara resmi melihat dampak pemotongan 30% App Store atas industri musik streaming yang perusahaan saat ini menjadi pemain dari Apple Music. Masalah lainnya juga datang dari aturan App Store yang membatasi perusahaan untuk beriklan diluar iTunes.

Komisi perdagangan federal atau disingkat FTC (Federal Trade Commission) belum membuka investigasi resmi namun akan bertemu dengan pihak-pihak terkait, beberapa sumber melaporkan.

Dengan diluncurkannya Apple Music pada akhir Juni lalu, Apple secara instan menjadi lawan untuk semua perusahaan streaming yang ada yang bergantung pada App Store dan iOS itu sendiri untuk bertahan. Kompetisi ini membuat harga layanan streaming subskripsi turun, karena Apple Music sudah menawarkan harga US$9,99 per bulan untuk layanan subskripsinya.

Beberapa waktu yang lalu, Spotify memulai mengirimkan email untuk mendorong semua subscriber iOS mengubah akun mereka ke biling berbasis web dengan berkata biaya per bulannya turun dari US$ 12,99 menjadi US$ 9,99. Spotify memberikan biaya tambahan sebesar US$ 3 untuk pengguna iOS yang mendaftar ke layanan streaming asal Swedia itu.

Apple Music memang menjadi target besar dalam investigasi ini, sebagai bukti yang sudah ditemukan pihak Departemen Peradilan dan Dewan FTC, menemukan bahwa Apple menggunakan indstri iTunes untuk memperoleh deal kontrak yang mengakibatkan kerugian pada salah satu layanan streaming baru. Dalam hal ini, pihak Apple belum berkomentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *