Justin Bieber Kembali Hadapi Sengketa Hak Cipta Atas Lagu ‘Somebody To Love’

 

Compusiciannews.com -Isu Terkini- Lagu hit Justin Bieber di tahun 2010 ‘Somebody To Love’ kembali menuai sengketa dimana sebelumnya di tahun 2013 saat dia dan produser serta mentor-nya Usher dituduh atas pelanggaraan hak cipta. Lagu ini diambil dari album larisnya yang berjudul My Word 2.0

Sengketa ini dibawa oleh penyanyi De Rico dan penulis lagu Mareio Overton, kedua orang inilah yang menuduh Bieber dan Usher atas tindakan menyalin ulang lagu mereka. Lagu De Rico dan Overton juga berjudul ‘Somebody To Love,’ dari nama album yang hampir sama, My Story II.

Selain lagu yang memiliki nama dan kesamaan di nama album, De Rico dan Overtone juga mempunyai judul album yang hampir mirip namun hakim pada akhirnya menutup kasus ini di tahun 2014 sebagaimana mereka menemukan perbedaan yang signifikan dari lagu yang disengketakan dan diputuskan bahwa tidak ada pelanggaran yang dilakukan. Tapi di bulan Juni 2015, , Pengadilan Negeri Amerika Serikat di Virginia mengajukan banding untuk membuka kasus ini kembali berdasarkan strategi pulkanisir  ulang yang dilakukan oleh pihak penggugat dan sejak saat itu, kasus kembali berjalan.

Bagaimanapun, Bieber terus menerus gagal untuk hadir dalam membuat pernyataan, yang pada dasarnya menunjuk wawancara oleh  pengacara untuk  memastikan fakta-fakta dalam kasus ini. Bieber pertama membatalkan pernyataan pada 21 Maret lalu sehingga terjadi penjadwalan ulang yang kemudian dijadwalkan pada 14 April 2016 lalu dan untuk kesekian kalinya dia membatalkan untuk hadir di hari itu dengan alasan bahwa ‘dia tidak mampu untuk duduk menghadapi pernyataan.’

Bieber dilaporkan telah menawarkan sejumlah uang untuk memperoleh persetujuan menangani kasus pernyataan ini secara keseluruhan. Pada dokumen itu juga menyatakan bahwa Bieber belum mematuhi prosedur discovery request atau proses interogasi dengan memberikan bukti-bukti pelanggaran dan terus memberikan tanggapan-tanggapan yang terdengar tidak responsif di sepanjang bergulirnya kasus ini.

Dan hasilnya sang penyanyi yang kini telah merilis album barunya “Purpose” itu diminta untuk membayar US$ 10 juta oleh penggungat namun kuasa hukum Bieber akan memperjuangkan untuk membatalkan tuntutan ini. Pengacara Bieber berkata bahwa “Tidak ada basis kuat untuk sangsi keras seperti ini, kami yakin bahwa pengadilan akan menolak tuntutan penggugat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *