Komposisi musik Algoritma, komputer dan interaksi

 

 

 

 

CompusicianNews.com – Programming- Proses formalisasi dengan menggunakan proses algoritma (rangkaian langkah  langkah proses untuk menyelesaikan suatu masalah)  untuk membuat musik telah digunakan dalam rentang waktu dan sejarah yang lama sekali khususnya seni musik barat. Mulai dari Guide d’Arezzo’s yang menggunakan metode motet isoritmik sampai ke teknik serial dan sampai “formalized music” Xenaxis. Banyak komponis mulai menggunakan algoritma dalam pembuatan komposisi musik, terutama ketika menggunakan komputer sebagai media ekpresi sebagai perangkat membuat musik. Algoritma sebagai sebuah aksi dan instruksi (program) utuk mengendalikan waktu dengan merancang dan memanipulasi parameter musikal dalam waktu tersebut.

Komputer saat ini dapat dieksekusi melalui proses tersebut dengan sangat cepat sehingga hal ini bisa dimanfaatkan oleh musisi atau komponis untuk menghadirkannya kedalam sebuah pertunjukan langsung di panggung. Hubungan antara komputer dan musisi maupun komponis menciptakan  sebuah sistem interaktif yang dapat mengubah nilai parameter komposisional secara langsung dengan menggunakan dan mengolah data dari berbagi input, termasuk data informasi  pertunjukan langsung dari beberapa anggota kelompok ensembel.

Sistem yang dihantarkan dari nilai parameter menciptakan sebuah analisa data  informasi pertunjukan real-time yang menghasilkan material yang kemudian diterjemahkan sebagai notasi musik.  Kemungkinan – kemungkinan yang terjadi tersebut mempengaruhi dan memperluas ranah komposisi. Kreatifitas musisi dan komponis dalam hal ini termasuk aplikasinya terhadap sebuah program komputer untuk menjalankan instruksi yahg telah dibuat. Instruksi – intruksi tersebut bermuara menjadi sebuah program untuk menjalakan fungsi atau intruksi tertentu (tingkatan-meta yang di terima, ditangkap dan diproses oleh komputer) dan outputnya ( kembali ke musisi atau komponis yang berimporovisasi dengan logika pada karyanya).

Efek yang menarik dari proses interaksi tersebut membuat musisi atau komponis harus memberikan instruksi yang detail ke komputer sama seperti memberi instruksi terhadap pemain. Musik yang dihasilkan memerlukan semacam keterampilan baru karena pemain ketika berhubungan dengan sistem interaksi harus belajar bagaimana cara untuk komunikasi, respon dan menampilkannya  sama persis ketika bermain dengan orang lain.

Nilai yang Nampak dalam komposisi musik interaktif adalah hasil sebuah transfer pengetahuan musikal kedalam program komputer dan tanggung jawab ke pemain di panggung, dengan kata lain komponis dengan karya interaktifnya mengeksplorasi potensi sebuah “teknologi baru” dan pada saat bersamaan komponis menciptakan sesuatu yang menarik dari konteks kolaborasi antara manusia dan komputer.

TM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *