Manfaat Music Dance Electronic untuk Kesehatan

 

Compusiciannews.com – Pendidikan – Belakangan ini, genre musik EDM (electronic dance music) sedang hits, khususnya di kalangan anak muda. Sebut saja lagu-lagu karya Skrillex, Calvin Harris, The Chainsmokers, bahkan penyanyi pop sekelas Justin Bieber dan Rihanna pun ikut berpartisipasi pada demam EDM ini.

EDM sendiri terbagi atas beberapa sub-genre, seperti dubstep, electro house, brostep, post-disco, dan lain-lain. Musik EDM banyak menggunakan instrumen elektronik, baik dalam pembuatan lagu, maupun memainkan lagu. Instrumen-instrumen tersebut berupa controller, mixer, recorder, keyboard, dan sebagainya. Dengan proses mixing yang pas, berbagai macam beat dan instrumen yang digunakan sebagai sumber mixing akan menghasilkan nada-nada yang enak didengar di telinga. Tak hanya enak untuk didengar, ternyata lagu EDM memiliki manfaat bagi kesehatan.

Memicu semangat saat berolahraga

Sebuah penelitian yang dimuat di dalam Journal of Sports Medicine pada tahun 2003 membuktikan bahwa mendengarkan genre ini ketika berolahraga (khususnya lari maupun bersepeda) ternyata dapat menstimulasi produksi energi di dalam tubuh manusia. Musik yang memiliki tempo rata-rata 140 bpm (beats per minute) ini memotivasi tubuh untuk menyesuaikan pacu gerakan dengan musik bertempo cepat yang diputar, sehingga ada kemungkinan kalori yang terbakar akan lebih banyak daripada biasanya.

Mengurangi rasa sakit

Menurut penelitian University of Utah’s pain research Center, dengan mendengarkan music EDM akan mengurangi rasa sakit. Pada saat kita berolahraga dengan durasi yang cukup lama tubuh akan mulai merasa lelah, pegal-pegal, peningkatan asam laktat di otot, detak jantung yang meningkat drastis, dan banyaknya keringat yang diproduksi. Namun, ketika kita berolahraga dengan mendengarkan musik EDM, tubuh kita akan terpengaruh secara psikologis sehingga rasa lelah dan sakit akan berkurang.

Meningkatkan konsentrasi pada saat melakukan aktifitas

Menurut buku “The Trance Experience” karya Torsten Fassbender, genre musik EDM memiliki dinamika progresif yang mampu memancing manusia untuk lebih fokus dan konsentrasi sebagai reaksi dari masuknya irama-irama repetitif ke indera pendengaran.

Mengurangi tingkat depresi serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Menurut para peneliti di Sussex University, Inggris, mendengarkan electronic dance music selama 50 menit ternyata dapat mengurangi tingkat depresi dan bahkan mampu meningkatkan zat immunoglobin A yang berperan penting dalam sistem imunitas tubuh. Hal ini terjadi karena electronic dance music mengandung irama-irama penuh semangat yang ampuh menurunkan kadar hormon stress dalam tubuh, sehingga dapat memaksimalkan perbaikan sistem kesehatan dan psikologis dengan baik.

Meningkatkan level gelombang beta

Gelombang Beta merupakan Gelombang Otak (Brainwave) yang terjadi pada saat seseorang mengalami aktifitas mental yang terjaga penuh. Menurut penelitian Holler (2012), lagu dengan tempo dengan bpm yang cepat akan meningkatkan aktivitas gelombang beta. Gelombang Beta di perlukan otak ketika Anda berpikir, rasional, dan memecahan masalah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *