Mengenal Alat Musik Tradisional Jepang, Shamisen dan Koto!

 

Compusiciannews.com – Instrument- Seperti halnya negara-negara lain, Jepang yang dijuluki Negeri Matahari Terbit juga memiliki berbagai alat musik tradisional. Unikanya alat-alat musik tradisional asal Jepang ini juga mirip dengan alat musik tradisional Indonesia lho. Mau tahu lengkapnya? Simak uraian berikut ini, ya.

 

Koto

Koto adalah alat musik yang menyerupai kecapi di Indonesia. Masuk ke Jepang sejak abad ke-7, alat musik ini dikenal sebagai alat musik istana. Sejak abad ke-17, koto biasa dimainkan secara tunggal tanpa iringan alat musik lain. Selain itu, pada abad ini muncul maestro-maestro koto yang kemudian membuat alat musik ini semakin populer di kalangan masyarakat.

Selain itu, musik tradisonal Jepang sebenarnya hanya menggunakan 5 tangga nada. Bukan 7 seperti tangga nada pada umumnya. Namun, musik tradisonal Jepang menyerap nada-nada lain sehingga menghasilkan bunyi yang cukup berbelit. Dahulu, dawai-dawai koto ini diciptakan dari sutera kemudian di masa kini diganti dengan senar sintetis. 

 

 

Shamisen

Shamisen dianggap sebagai alat musik yang bentuknya indah bagi orang Jepang. Shamisen memiliki 3 dawai dengan ketebalan yang berbeda-beda. Dawai yang paling tebal akan menghasilkan bunyi yang paling rendah dan dawai paling tipis menghasilkan bunyi paling tinggi.

Alat musik ini sendiri terbuat dari kayu yang sangat kuat berasal dari India Selatan. Berbeda dengan koto yang mulanya adalah alat musik istana, sejak awal shamisen memang sudah populer di kalangan masyarakat kalangan bawah.

 

 

Shakuhachi

Salah satu yang tidak kalah populer dari koto dan shamisen adalah shakuhachi. Alat musik yang bentuknya menyerupai seruling ini muncul di era pertengahan era kamakura. Dahulu, ukuran panjang shakukachi adalah 54 cm, namun di era modern, panjang alat musik ini menjadi bervariasi.

Alat musik tiup ini dibuat dari bambu yang letakkanya di bagian akar. Berdiameter antara 3,5 sampai 4 cm, terdapat 5 lubang yaitu 4 di bagian depan dan 1 di bagian belakang. Shakukachi adalah seruling yang dapat menghasilkan suara bervariasi dengan nada paling sensitif di antara seruling-seruling lainnya di Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *