Mengenal MusicXML, Standard Data di Aplikasi Musik

 

Compusiciannews.com – Sains – Setelah revolusi teknologi musik dengan lahirnya MIDI (Music Instrument Digital Interface) di awal tahun 1980-an, bisa dikatakan MusicXML adalah sebuah revolusi baru yang perlu di kenali.  Istilah MIDI lumayan mulai dikenal dikalangan pemusik, bahkan pemain-pemain keyboard arranger dikampung-kampung sudah mengerti “MIDI file”.   

Tapi MusicXML hampir belum dikenali dan dimengerti.  Apakah MusicXML itu sebenarnya?  Kalau teknologi MIDI mampu menghubungkan alat musik satu dengan yang lain, maka platform MusicXML mampu menghubungkan satu aplikasi musik dengan aplikasi musik yang lain.  Yang paling populer penggunaan MusicXML adalah di aplikasi notasi musik seperti Finale, dan Sibelius.  

Sekarang ini kurang lebih ada 170 aplikas musik yang menggunakan MusicXML sebagai standard.  Web-based aplikasi dan mobile apps tidak bisa lepas dari teknologi teranyar ini.   MusicXML pada dasarnya adalah XML (Extensible Markup Language) untuk musik. XML sendiri adalah modifikasi dari HTML dan SGML yang sekarang digunakan untuk standard pertukaran data di dunia internet dan aplikasi terkini.   XML menggunakan DTD (Document Type Definition) dan XSD (XML Schema Definition) untuk standarisasi.   

Sekarang ini MusicXML 3.0 memiliki tiga kemampuan yang lebih baik dari MusicXML 2.0

  1. 886 taxonomy standard untuk instrumen sehinnga mempermudah transfer virtual instrument antar aplikasi
  2. Mampu mengcover lebih bayak repertoir musik, termasuk notasi Jianpu dari China, Maqam dari Turki, musik Persia dan Iran, dan dukungan yang lebih baik untuk musik pendidikan.
  3. Mendukung fitur-fitur terkin dan lebih detil musik notasi Barat.

Dan hebatnya, semua platform ini adalah opensource, alias gratis.

Para pengembang aplikasi Indonesia seharusnya mulai harus melirik teknologi ini dan mulai ikut terjun mengembangkan aplikasi-aplikasi notasi musik Indonesia yang orisinil.  Universitas dan sekolah tinggi informasi teknologi seharus lebih berani lagi memasukkan aplikasi-aplikasi musik sebagai proyek-proyek riset, prototype, dan tugas-tugas mahasiswa/inya.  Dengan demikian, Indonesia akan mampu menyusul ketinggalan di bidang pengembangan aplikasi musik teknologi.  Semoga.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *