Musik Berpengaruh Pada Syaraf dan Psikologis Manusia

 

Compusiciannews.com -Sains- Dari balita yang menikmati lagu-lagu pop terbaru hingga kakek-nenek yang menemukan lagu mereka dari masa muda mereka dulu,  membuat musik yang diperdengarkan memiliki kekuatan untuk mengendalikan emosi kita berapapun usia kita.

Ilmuan sudah lama tahu mengenai pengaruh musik pada mood, bahkan menggunakan lagu-lagu pop masa kini dapat membangkitkan emosi kita, baik itu mebangkitkan rasa senang kita ataupun sedih. Namun kenapa kombinasi suara tertentu memiliki efek yang kuat pada apa yang kita rasakan? Bagaimana otak kita menerjemahkan musik dalam emosi?

Dalam usahanya menemukan beberapa jawaban, seorang ahli syaraf asal Belanda telah menguak analisa dari satu jenis musik yang sangat spesifik, yaitu lagu yang feel-good atau yang enak didengar. Jacob Jolij, seorang asisten professor dalam psikologi kognitif dan ilmu syaraf di University of Groningen, muncul dengan formula matematis yang menggambarkan anatomi dari lagu-lagu ini dengan tujuan untuk menyelidiki kenapa lagu-lagu ini membuat kita berasa hangat dan halus didalam diri kita.

Dengan menggunakan basis data yang berisi 126 lagu populer yang enak didengar selama 50 tahun terakhir, Jolij menerapkan metode statistical untuk melihat karakteristik mana dari nada-nada ini yang bertanggung jawab untuk getaran atau dampak baiknya.

“Saya melihat pada literature ilmiah dalam hal apa yang mebuat kita merasa enak, yang pada dasarnya ada pada tempo dan key,” begitu dia berkata. “Sehingga saya melewati semua score dan lembar musik dari lagu-lagu untuk melihat tempo dan key dan juga lirik lagu. Kemudian saya mencoba untuk mencocokan model regresi, teknik matematis untuk menilai lagu mana yang dapat didaftarkan sebagai lagu yang enak didengar atau feel good.”

Projek ini dipimpin oleh brand elektronik Alba yang telah membuat survey pada 2013 orang dewasa di Inggris Raya dalam hal lagu feel good mana yang mereka dengar dari beberapa dekade.  Untuk memperoleh hasilnya lebih lagi, Alba mencari peneliti yang dapat bekerja dengan basis data respon dan menghasilkan formula matematis untuk lagu feel-good yang paling besar.

Ekuasi akhir Jolij dari Feel Good Index (FGI) menyertakan ringkasan dari semua referensi positif dalam lirik, tempo lagu dalam beat per menit dan kunci-kuncinya. Semakin tinggi FGI-nya, rasa enak itu makin  dapat terprediksi. Lirik yang senang, sebuah tempo yang cepat dari 150 beat per menit (lagu pop rata-rata memiliki tempo 116 beats per menit). Dan sebuah key musikal besar membantu membuat musik yang kita rasa sebagaimana kita terbuai dengan emosi positif.

“Contoh lagu feel-good adalah ‘Don’t Stop Me Now’ dari Queen yang cukup cepat dibanding lagu rata-rata, ditambah key mayornya yang berjalan cukup baik dan jika anda mengerti artinya, lirik lagunya sangat postif,” begitu kata Jolij. “Lagu ‘Don’t Stop Me Now’ merupakan lagu feel good yang terbaik.”

Bahkan jika musik tidak ada liriknya, masih dapat membawa konotasi emosional yang kuat. Beat secara otomatis mengaktivasi area motorik otak, menurut studi pencitraan resonansi magnetic dan membawa tubuh kita untuk bergerak secara spontan pada ritme. Maka dari itu, lagu-lagu dengan tempo cepat secara langsung terasosiasi dengan banyak energy, pegerakan dan tarian yang secara tipikal terhubung kedalam  keadaan yang bahagia.

Namun, karakteristik lain dari musik seperti key tidaklah dimengerti dengan baik.

“Hal itu sedikit misteri, kenapa kita menempatkan kord mayor dengan emosi positif dan kord minor dengan emosi negatif. Tentunya terdapat sebuah elemen dari asosiasi yang dipelajari, meskipun terdapat beberapa orang yang mengklaim ini lebih dari hal-hal biologis,” begitu kata Jolij. “Ini masih menjadi salah satu pertanyaan besar dalam musikologi.”

Selain pertanyaan-pertanyaan terbuka, terdapat sedikit perdebatan mengenai perjalinan hubungan antara musik dan emosi dan maka dari itu, musik dapat secara tidak langsung mempengaruhi persepsi dan tindakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *