Musik Pada Otak Anak-Anak Sekolah Dasar (Part 1)

 

CompusicianNews.com –Sains- Dalam pengujian sains disini akan berfokus pada perbedaaan dalam persepsi berbicara dan pemrosesan antara 2 kelompok anak usia SD. Masing-masing kelompok menerima pelatihan aktif baik itu musik atau melukis selama 2 tahun pembelajaran di sekolah. Dalam penelitian akan dijelaskan dari segala sisi, baik itu desain studi dan komponen, pembedahan istilah teknis dan menguraikan penemuan.

Hasil Teratas

Pada studi yang sangat kuat ini dalam anak-anak SD, para peneliti menemukan bahwa persepsi berbicara dan kemampuan memproses lebih besar jika mereka mengikuti 12 bulan pelatihan musik dibanding mereka yang ikut pelatihan melukis selama kurung waktu yang sama. Keuntungan ini memberi pendapat bahwa pelatihan musik telah meningkatkan plastisitas atau pembentukan kemampuan pada anak. Plastisitas otak merupakan suatu yang mendasar pada pembelajaran dan memori.

Implikasi studi.

Keuntungan potensial dari pelatihan musik dalam berbicara ditunjukan dalam studi ini yang memperkuat pentingnya menjaga program musik yang tepat pada pendidikan level dasar atau SD. Dengan lebih penelitian, kemungkinan terbuka untuk terapi musik untuk dimainkan perannya dalam pemulihan ketidakmampuan pembelajaran berbasis bahasan seperti dyslexia atau yang berhubungan dengan implantasi koklea. Pelatihan musik juga dapat meningkatkan kemampuan anak-anak untuk mempelajari suatu Bahasa asing khususnya musik yang memiliki variasi dalam pitch dan durasi.

Bagaimana hasil-hasil itu ditemukan?

Para peneliti berfokus pada pemrosesan pre-attentif. Mereka mengukur bagaimana otak memproses perubahan yang mulus dan tajam pada suara dari sylabel yang spesifik (“Ba”). Silabel merupakan bangunan block kata-kata. Peningkatan dalam persepsi dan pemrosesan akan merefleksi peningkatan pada daya bicara. Perubahan yang tajam pada silabel “Ba” termasuk pada perubahan dalam kualitas durasi, frekuensi dan phonologi. Pemrosesan awal telah diukur pada akhir  dari tahun sekolah pertama dan kedua. Dan selama asesmen kurang lebih 15-20 menit, anak-anak diminta untuk memfokuskan semua atensi mereka dalam film diam sementara audio yang berisi variasi silabel dimainkan lewat headphone.

Dengan menggunakan electroencephalograph, para peneliti memonitor aktivitas otak pada anak-anak yang berpartisipasi dan mencari perubahan dalam gelombang elektrik yang spesifik (Mismatch Negativity) saat suara yang tidak cocok dimainkan.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *